DPTPH Lakukan Kesepakatan Bersama

November 6, 2019 by  
Filed under Agrobisnis

Samarinda – Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan dinas atau intansi yang ada di lingkungan Pemprov Kaltim Rabu (06/11/2019).

Penandatangan kesepakatan dilakukan bersama Dinas Sosial Kaltim, Dinas Kesehatan Kaltim dan Diskominfo Kaltim tentang penguatan peta ketahanan dan kerentanan pangan dalam peningkatan ketahanan pangan di Kaltim.

Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Uni Gamayati kepada vivaborneo.com saat ditemui usai acara mengatakan, kesepakatan bersama ini sebagai upaya mendukung penguatan peta ketahanan dan kerentanan pangan (FSVA) dalam peningkatan ketahanan pangan di Kaltim melalui Sosialisasi Sistem informasi peta ketahanan dan kerentanan pangan (SIPKKP).

Ruang lingkupnya berdasarkan tugas fungsi masing-masing dinas atau perangkat daerah. Pnandatangan perjanjian kerja sama juga telah Badan Ketahanan Pangan Kementan dengan 8 kementerian terkait untuk sinergi dukungan pengentasan daerah rentan rawan pangan.

”Kami juga melakukan sosialisasi layanan sipkkp.kaltimprov.go.id. Layanan ini untuk menguatkan peta ketahanan dan kerentanan pangan,” jelasnya

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Rini Susilawati menambahkan, informasi dalam SIPKKP ini berisi informasi peta ketahanan dan kerentanan pangan kaltim tahun 2018. Untuk 10 Kabupaten/ Kota . Dengan 9 indikator tingkat provinsi dari 3 pilar ketahanan pangan yaitu aspek ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.

“Secara individu, peta tematik geografis menunjukan 103 Kecamatan di kaltim termasuk prioritas rentan rawan pangan,” ucapnya

Kemudian, peta menunjukkan gradasi warna hijau dan merah semakin merah atau semakin hijau artinya semakin tahan atau rentan. (man)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.