Peserta TIFAF Tanam Buah Wanyi

October 1, 2019 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Diantara jadwal manggung peserta Tenggarong International Folk Art Festival (TIFAF) VII 2019, peserta dari Belanda, Rusia, Thailand, Srilanka, Mesir dan Rumania ikut menanam pohon buah wanyi khas Kalimantan pada acara Tenggarong Hijau, di kawasan Pulau Kumala Tenggarong, Kamis (26/9/2019).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sri Wahyuni menuturkan menanam pohon wanyi merupakan salah satu kegiatan yang diikuti oleh para peserta TIFAF  pada Tahun 2019.

”Kami memlilih pohon wanyi ini disamping sebagai peneduh juga bisa memperkenalkan salah satu sumber daya genetic Kutai di Pulau Kumala, setiap negara tahun ini menanam 3 bibit pohon wanyi dengan jumlah seluruhnya sebanyak 20 bibit pohon wanyi,”ungkapnya.

Sri ingin  penanaman pohon yang dilakukan oleh peserta TIFAF bisa memberikan kesan tersendiri bagi yang menanam, agar bisa mengingat apa yang mereka kerjakan selama mengikuti acara TIFAF di Kukar pada  saat kembali ketempatnya masing – masing.

“Ada kesan yang berbeda ketika mereka menanam pohon di Kukar, suatu saat dari negara yang sama datang dan mereka melihat pohon tersebut dan mereka akan merasa bahwasanya mereka juga ikut andil dalam mencintai lingkungan dengan cara menanam pohon,” ucap Sri.

Pesan bagi semua tambah Sri, orang luar saja mau menanam pohon ditempat dimana masyarakat Kukar tinggali, mengapa masyarakat sendiri yang punya wilayah tidak ikut andil dalam mencintai lingkungannya dengan menanam dan memelihara pohon agar bumi yang ditinggali bersama bisa lebih baik keadaanya.

“Kita sebagai masyarakat Kukar harus bisa mencintai lingkungan kita agar tetap hijau dan berkembang, pentingnya pohon bagi kelangsungan kehidupan kita dibumi ini, itu harus kita ingat bersama menjaga lingkungan agar tetap hijau salah satu dari tugas kita,”harap Sri.(Medsi06)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.