Dagongan, 24 Regu Beradu Kekuatan Dengan Bambu

September 12, 2019 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Berbagai macam olahraga tradisional, hingga kini masih terlihat dikalangan masyarakat Indonesia. Salah satunya Dagongan atau permainan beradu kekuatan dengan bambu juga turut dilestarikan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Beradu kekuatan saling dorong dengan bambu, inilah olahraga Dagongan masih dilestarikan. (Foto: Irwan)

Permaianan tersebut dipertandingkan dalam berbagai even seperti Festival Erau Adat Kutai setiap tahunnya, sebagai bagian dalam pelestarian kekahasan budaya leluhur yang masih dipertahankan.

Olahraga yang dimainkan itu cukup unik dan menarik para pengunjung untuk menyaksikannya, beradu kekuatan dengan bambu, saling dorong antara regu satu dengan regu lainnya untuk mencari kemenangan.

“Peminat dagongan tahun ini cukup banyak, sebanyak 24 regu terdiri dari 16 regu putra dan 8 regu putri,” kata Ardiansyah Koordinator Dagongan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selaku penyelenggara, dipusatkan di Halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarong, Rabu (11/9/2019).

Dijelaskan Ardiansyah, cara bermainnya terdiri dari 2 regu masing-masing regu berjumlah 7 orang terdiri dari 5 orang pemain dan 2 orang lainnya sebagai cadangan.

“Ya, peserta dari kedua regu dinyatakan menang, apabila salah satu dari regu dapat mengalahkan lawan tandingnya dengan dua kali bermain. Durasi waktunya 3 menit. Jika terjadi seri maka diberi tambahan waktu 5 menit lagi dan apa bila terjadi pelanggaran oleh 3 orang keluar dari garis batas samping, maka secara otomatis regu tersebut akan dinyatakan kalah oleh wasit,” ujarnya.

Diketahui, sebagaimana dikutip pada laman ortrad.blogspot.com, permainan olahraga tradisional dagongan dilakukan di arena berumput dan memiliki permukaan yang datar/rata. Area dagongan merupakan area petak persegi panjang yang mempunyai ukuran 2 meter X 18 meter.

Garis tengah dibuat untuk membagi dua lapangan dengan sama panjang. Area serang dibatasi oleh garis pembatas  dengan jarak 2,5 meter dari garis tengah. Garis serang ini merupakan garis batas kaki pemain paling depan. Seluruh garis pembatas lapangan sebaiknya dibuat dari kapur saja.

Bambu yang dipergunakan dalam permainan olahraga tradisional ini adalah menggunakan bamboo yang mempunyai ketebalan dan kekuatan yang dipersyaratkan. Tidak diperkenankan menggunakan bamboo dengan diameter yang terlalu kecil dan mudah patah, karena dapat membahayakan seluruh pemain. Bambu yang dipergunakan minimal berdiameter 12 cm-18 cm dengan ukuran panjang 5 m-8 m. (Medsi02**)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.