Kaltim Bakal Jadi Lumbuñg Pangan

August 31, 2019 by  
Filed under Berita

Balikpapan – Kementerian Pertanian menargetkan pada masa perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) tahun 2024 mendatang, Kaltim telah menjadi lumbung pangan, tidak hanya bagi pulau Kalimantan, tetapi juga Indonesia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Kementrian Pertanian telah menyiapkan strategi untuk menenuhi kebutuhan pangan di Ibu kota Negara yang baru. Salah satunya menjadikan 10 Kabupaten di Kaltim menjadikan masing-masing klaster pertanian. Pemerintah Provinsi Kaltim akan menyiapkan lahan seluas 150 ribu hektar. khususnya untuk tanaman padi.

“Mimpi besar kita adalah menyiapkan pangan untuk penduduk di Ibu Kota Negara yang baru ini, kita siapkan lebih awal,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jumat (30/8/2019) malam.

Dia yakin lahan di Kaltim sangat cocok. Pihaknya tinggal mengirim  alat berat untuk mulai mengerjakan.

“Beras 60 ribu ton, itu setara 10 ribu hektar . Pak Gubernur tadi kita sudah diskusi ada lahan sampai 50 ribu hektar jadi itu sudah selesai. Kita akan kirim alat berat kesini aksavator 10 unit. Lahan itu sangat bagus sangat cocok, lokasi Kaltim,” ujarnya.

Nantinya bakal ada pembagian masing-masing cluster di 10 kota dan kabupaten di Kaltim untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Negara baru. Bukan saja ketersedian beras, tapi juga, daging sapi maupun daging ayam.

“Kami ingin seluruh kabupaten kota di Kaltim, ada 10 daerah, ini kita akan buat seperti cluster. Katakanlah kabupaten A mensuplay ayam, kabupaten B mensuplay sapi, kabupaten C mensuplay bawang merah, bawang putih dan seterusnya,” ujarnya.

Sehingga seluruh kebutuhan kebutuhan di ibu kota negara ini dipenuhi oleh masyarakat setempat, jadi kita berdasarkan agro crimer dan cultur masyarakat setempat. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.