Polres Balikpapan Datangkan Tim Labfor Surabaya

August 22, 2019 by  
Filed under Berita

Balikpapan – Polres Balikpapan akan mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Kota Surabaya guna membantu penyelidikan penyebab kebakaran yang terjadi di dalam kilang minyak milik Pertamina RU V beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta, Rabu (21/8/2019).

Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta

Kapolres menjelaskan, mendatangkan Tim Labfor dari Surabaya ini lantaran di Kalimantan belum memiliki tim seperti itu. Sehingga untuk membantu penyelidikan kepolisian di Kaltim dibantu oleh Tim Labfor Surabaya.

“Minggu ini kita upayakan datang. Tim Labfor untuk membackup penyelidikan kita,” ujarnya.

Hingga saat ini kepolisian belum ada menerima laporan hasil investigasi dari pihak Pertamina RU V yang dilakukan secara internal. Sehingga Polres membutuhkan bantuan Tim Labfor Surabaya untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Sampai saat ini belum ada hasil investigasi yang disampaikan Pertamina ke kami. Hal yang disampaikan humas Pertamina juga masih sama dengan yang lalu,” tegas Wiwin Firta.

Polres Balikpapan juga sejauh ini telah melakukan pemanggilan terhadap para pekerja Pertamina yang berada dilapangan saat kejadian. Sebelumnya terdapat empat orang yang telah dipanggil, namun pada Senin (19/8/2019) kemarin dua orang pekerja kembali dipanggil.

“Kemaren sudah ada empat orang, Senin kemarin ada dua lagi jadi total sudah enam yang kita panggil mintai keterangan soal kejadian tersebut,” jelas Wiwin.

Seperti diketahui, saat kejadian kebakaran pipa antar tangki Pertamina RU V Balikpapan seluruh jajaran eksternal tidak dilibatkan dalam pemadaman bahkan investigasi. Sejauh ini penanganannya dilakukan seluruhnya oleh tim internal Pertamin RU V. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.