Dewan Akan Bentuk Pansus Ketenagakerjaan

August 14, 2019 by  
Filed under Balikpapan

Balikpapan – Meningkatnya angka pengangguran di Kota Balikpapan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan, membuat DPRD Kota Balikpapan khususnya Komisi I berencana segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) ketenaga kerjaan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Faisal Tolla dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Ormas Asli Kalimantan (POAK), Selasa (13/8/2019).

RDP antara POAK dengan Komisi I dan Dinas Tenaga Kerja Balikpapan

Faisal Tolla mengatakan, Pansus ini untuk mengatasi berbagai persoalan tenaga kerja yang kerap terjadi di Balikpapan. Dan salah satunya tingginya angka pengangguran di kota Balikpapan yang mencapai 30 ribu orang.

“Pembentukan Pansus Ketenagakerjaan ini karena tingginya angka pengangguran di Balikpapan yang mencapai 30 ribu orang sesuai data dari Dinas Ketenagakerjan Balikpapan,” ujar Faisal Tola di ruang rapat gabungan komisi.

Dengan adanya Pansus Ketenaga kerjaan ini diharapkan persoalan tenaga kerja di Balikpapan bisa meminimalisir segala persoalannya, baik dari tenaga kerja dengan perusahaan ataupun dengan perusahaan dengan pemerintah.

“Makanya kami ingin bikin Pansus ketenagakerjaan guna memastikan pencari kerja yang telah mendapat kerja dan yang belum,” tambahnya.

Pansus ini juga akan melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan yang benar-benar membuka lowongan pekerjaan dan membantu putra daerah untuk bisa mendapat kesempatan bekerja diperusahaan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.

“Kan bisa kita cari data soal berapa dana pa lowongan pekerjaan yang tersedia, jadi putra daerah punya peluang. Tapi yang benar-benar memiliki kemampuan, jangan asal-asal juga,” tegasnya. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.