Penggunaan Besek Belum Teraplikasi di Balikpapan

August 12, 2019 by  
Filed under Berita

Balikpapan – Berdasarkan himbauan Wali Kota Balikpapan kepada seluruh masjid dan mushola saat pembagian daging kurban, sebaiknya menggunakan media selain kantong plastik. Hal ini untuk mendukung dan komitmen bersama terhadap penerapan Perda nomor 8 tahun 2018 tentang larangan penggunaan kantong plastik.

Namun nyatanya pada saat pelaksanaan pembagian hewan kurban, disejumlah Masjid dan mushola masih saja menggunakan kantong plastik. Padahal sudah ada disebutkan jika kantong plastik diganti dengan besek.

Di Masjid Agung Ataqwa misalnya, saat pembagian daging hewan kurban masih menggunakan kantong plastik, namun 50 persennya menggunakan kantong plastik yang ramah lingkungan, yang terbuat dari jagung.

“Kita memang masih menggunakan plastik. Tapi tidak 100 persen plastik yang biasa, 50 persennya kita gunakan yang ramah lingkungan,” ujar Slamet DJ, Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Ataqwa Balikpapn, Minggu (11/8/2019).

Keterbatasan barang dan mahalnya menjadi permasalahan dalam menerapkan himbauan dari Wali Kota ini, pasalnya satu kantong besek dibandrol harga  Rp 5.000 РRp 7.000 per satuannya. Sedangkan kantong plastik ramah lingkungan Rp 1.000 Р1.250 per lembarnya.

“Kan susah cari besek itu di Balikpapan. Kalo di Jawa mungkin banyak. Ini aja kita gunakan plastik ramah lingkungan harganya lumayan per lembarnya,” terang Slamet.

Meski demikian dirinya berjanji jika pada tahun-tahun pelaksanaan kurban mendatang akan berupaya berinofasi mencari alternatif pengganti kantong plastik saat pembagian daging kurban ini.

“Insyallah lah tahun depan kita coba cari altefnatif penggantinya. Ini kan himbauan juga baru. Jadi mohon dimaklumin lah ya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Masjid Agung Ataqwa menyembelih hewan kurban jenis sapi sebanyak 14 ekor dan kambing 10 ekor dengan total bungkusan sebanyak 1.260 bungkus. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.