Pembangunan SMK Negeri Di Balikpapan Barat Belum Terealisasi

August 9, 2019 by  
Filed under Balikpapan

Balikpapan – Keinginan masyarakat Balikpapan khususnya Balikpapan Barat memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri, hingga kini belum bisa terwujud. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah provinsi dinilai belum ada niatan untuk meneruskan rencana yang sudah ada dalam kurun dua tahun belakangan ini.

Maulidin

Anggota komisi III DPRD Kota Balikpapan Maulidin mengatakan, sebuah sekolah kejuruan di Balikpapan Barat ini sebenarnya sudah sangat mendesak dan sangat dibutuhkan. Terlebih pasca penerapan sistem zonasi di Kota Balikpapan.

“Kita hanya menunggu saja bagaimana dan kapan dana dikucurkan, karena pembangunan sekolah kejuruan di Balbar memang sangat dibutuhkan,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Dikatakan Maulidin, padahal sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi telah meninjau lokasi dan membuat Detail Engineering Design (DED). Namun hingga kini masih juga belum ada tindak lanjutnya. Sehingga ini dianggap tidak serius.

“Kan sudah berapa kali di liat lokasinya. DED juga sudah ada. Kan kita ikut itu saat Disdik Provinsi kesini,” terangnya.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Balikpapan telah menyatakan jika pada tahun 2017 bersama Komisi IV sudah melakukan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim dan juga anggota Komisi IV DPRD Provinsi dan bertemu dengan wakil-wakil rakyat dapil Balikpapan yang berjumlah delapan orang.

Namun mimpi warga masyarakat Balikpapan Barat untuk memiliki sebuah sekolah kejuruan, yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 (SMKN 7) hingga hari ini belum terwujud.

Pemkot Balikpapan sendiri sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan SMKN 7 seluas dua Hektar dan lahan tersebut milik pemkot sendiri. “Jadi ya, memang saat ini kendalanya hanya ketersediaan anggaran untuk pembangunannya,” jelas Maulidin. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.