Gubernur Rotasi Pejabat Lingkup Pemprov Kaltim

July 31, 2019 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Isran Noor di penghujung Bulan Juli 2019 melakukan rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas perdana sejak diberi amanah bersama Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi menahkodai Pemprov Kaltim sejak akhir 2018 lalu.

Gerbong mutasi kali ini merotasi sebanyak 115 orang pejabat lingkup Pemprov Kaltim baik mutasi pada jabatan baru dengan tingkatan setara jabatan sebelumnya, maupun mutasi promosi kenaikan dari jabatan sebelumnya.

Dari 115 pejabat yang menempati posisi baru, tiga orang diantaranya pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II, yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Fathul Halim menjadi Asisten I Sekprov Kaltim, Inspektur Kaltim, M Saduddin menjadi Kepala BPKAD Kaltim, dan Kepala Disnakertrans Kaltim, Abu Helmi menjadi Asisten II Sekprov Kaltim.

Dalam arahannya, Gubernur Isran berpesan agar setiap pejabat yang dilantik harus ikhlas menerima keputusan hasil pelantikan. Demikian juga teman-teman sekitar harus turut bergembira dan memberikan dukungan.

“Pelajari regulasi dalam melaksanakan tugas-tugas agar dilaksanakan sesuai peraturan dan perundang undangan berlaku. Dan jangan lupa giatkan hubungan rutinitas ibadah dengan Sang Khaliq Allah SWT,” serunya.

Sebagai penunjang, setiap pejabat harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas. Jangan malu untuk bertanya kepada pimpinan maupun bawahan, karna boleh jadi staf lebih faham tentang suatu hal yang dibahas.

“Kita juga harus siap dikritik dan menerima masukan dari semua pihak, sebab tidak ada manusia yang sempurna,”katanya.

Lebih lanjut, semua diajak terus berbuat terbaik untuk kemajuan diri dan organisasi. Sebab jabatan bukanlah suatu takdir, melainkan nasib yang artinya bisa diusahakan setiap orang.(arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.