Kelompok Tani EJM Kembangkan Rusa Sambar

July 3, 2019 by  
Filed under Agrobisnis

SANGATTA-Terobosan dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Etam Jua Mandiri (EJM) yang akan menyulap kawasan di Sangatta Selatan seluas 67 Hektare dengan memadukan areal pertanian dan peternakan menjadi satu. Daerah berkontur perbukitan itu, kini sedang digarap oleh Poktan EJM yang jumlahnya ada 20 orang dengan menanam sejumlah tanaman palawija, karet dan kelapa sawit.

JADI SATU: Suasana areal pertanian dan peternakan yang dikelola Poktan EJM di Sangatta Selatan. Di lokasi ini terdapat Rusa Sambar yang tengah dikembangbiakan. (Foto: ist)

Menurut Ketua Poktan EJM Sulaiman mengatakan konsep ini dikolaborasikan menjadi satu antara pertanian dan peternakan. Hingga kini sudah ada 20 ekor sapi, satu ekor rusa sambar, dan lebah yang dikelola.

“Kita tengah fokus dan berinovasi bersama anggota EJM dalam pengembangan pertanian berbasis peternakan,” jelasnya.

Sementara itu, Nahar salah satu anggota EJM mengutarakan jika peternakan sapi yang dikelola mulai berkembangbiak pasalnya menjadi program utama Poktan EJM Sangatta Selatan dengan melakukan pengembangan sapi unggul melalui inseminasi buatan (IB) yang diintegrasikan perkebunan.

“Selain sapi, kami tengah mengembangbiakan hewan endemik Kalimantan seperti rusa sambar diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang sedang berwisata ke Teluk Lombok,” beber Nahar.

Dosen STIPER Sangatta itu menambahkan, hal ini juga turut menyediakan kebutuhan daging di Sangatta yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dia mengakui potensi peternakan di Sangatta Selatan cukup besar. Karenanya ia mengakui antusias terlibat dalam Poktan EJM, melihat masa depan peternakan yang cerah di Sangatta Selatan.

“Makanya saya bergabung dengan EJM untuk membantu masyarakat yang sering meminta bantuan untuk membantu sapi mereka melahirkan termasuk memeriksa kesehatan dan kehamilan. Kini, semangat masyarakat untuk beternak dan mengembangkan ternaknya pun meningkat baik sapi maupun ayam. Kedepan kami tengah mengembangbiakan rusa sehingga kedepan bisa melestarikan rusa Kalimantan yang sudah terancam punah akibat perburuan,” tutupnya. (*/hm13)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.