Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda Tambah Jam Kunjungan

June 6, 2019 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Tenggarong. Pada Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, jumlah pengunjung atau pembesuk Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Samarinda di Jalan Imam Bonjol Tenggarong meningkat dibanding pada hari biasanya.

Pada momen Hari Raya Idul Fitri kali ini, LPP Kelas IIA Samarinda menambah jam kunjungan yang sebelumnya hanya setengah hari menjadi 2 sesi, yakni sesi pagi hari dimulai jam 08.30 – 12.00 dan sesi siang hari dimulai pada jam 13.30 – 16.00.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan baik, serta hak hak warga binaan dalam rangka kunjungan keluarga terpenuhi dengan baik,” ucap Kepala Lapas Perempuan Kepas IIA Samarinda, Sri Astiana, Kamis (6/6/2019).

Sri Astiana memperkirakan jumlah pengunjung akan terus meningkat hingga hari ke-4, yakni pada hari sabtu (8/6/2019) mendatang, dikarenakan bertepatan dengan akhir pekan. Jam besuk, para pengunjung diberikan waktu hingga 30 menit untuk bertemu dan berkumpul dengan warga binaan. Tidak hanya itu, Lapas juga menyiapkan tempat yang cukup luas dan nyaman bagi para pengunjung.

Selain itu, Lapas sendiri tidak membatasi para pengunjung atau pembesuk yang ingin membawa makanan untuk para warga binaan, tetapi tetap melarang barang yang berbentuk cairan untuk masuk ke dalam Lapas.

“Barang-barang yang dilarang seperti cairan dalam bentuk apapun karena kita tidak tahu bentuk cairan itu apa, terus tidak diperkenankan membawa peralatan IT seperti kamera dan handphone serta sarana-sarana lainnya yang akan menimbulkan gangguan kamtib,” lanjut Sri Astiana.

Pelaksanaan pelayanan kunjungan selama 4 hari khusus untuk Idul Fitri, LPP Kelas IIA Samarinda menugaskan petugas piket pelayanan kunjungan sebanyak 14 orang, regu pengamanan sebanyak 7 orang, serta bantuan pengamanan dari Polres Kukar sebanyak 3 orang. (rif)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.