Catatan Perjalanan Alimuddin, Kades Kandolo – Bersama Delegasi Indonesia ke Yunnan China

May 12, 2019 by  
Filed under Opini

Perjalanan dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke Jakarta, dilanjutkan penerbangan dari Jakarta – Xianmen – Kunming – Jinghong lalu Naik Bus selama 6 Jam dari Jinghong City menuju Hebian Village of Mengla Counthy, Xishuangbanna Prefecture of Yunnan Province, China sungguh sebuah perjalanan panjang nan melelahkan. Bertolak dari Tanah Air sejak jam 4 Subuh Hari Minggu, 5 Mei 2019, menempuh perjalanan udara dan darat hingga ribuan kilometer jauhnya.

Berbagai suka dan duka silih berganti menghadang. Mulai dari delay pesawat China Airline Service (CAS) saat hendak bertolak dari Tanah Air. Ketinggalan pesawat di Bandara Xianmen hingga harus menghubungi kembali panitia untuk booking tiket pengganti, kehilangan ransel berisi seluruh uang (Rupiah dan Yuang) di Bandara Kunming. Lalu secara kebetulan bertemu dengan Mr Anwar dari Banglades yang bisa bahasa Melayu sepotong sepotong. Menginap dan bersantap sahur ditempat Mr Anwar.

Menyaksikan dan merasakan kesederhanaan sosok Bapak Eko Sri Haryanto, Direktur Kawasan Kerjasama Kelembagaan Kemendes PDT dan Transmigrasi RI. Duduk melantai di Bandara Kunming bersama kami, hingga Delegasi Kecil Indonesia akhirnya tiba di Hebian, lokasi penyelenggaraan The Asean 8th + 3, Village Leaders Exchange Programme.

Kepenatan pun mulai terobati saat bertemu dengan Miss Yao, Leader Organisation (LO), pendamping khusus Delegasi Indonesia yang sudah menunggu di Bandara Jinghong. Terlebih saat bersua dengan Mbak Ajeng Purnama Pratiwi. Orang Indonesia yang menjadi pengurus Forum ASEAN di Jinghong City Hotel.

Amanah mewakili negara di Forum Internasional bersama Kades Poleonro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Hardi), Kades Margasakti, Bengkulu Utara, Bengkulu (Sumaryono) mewakili 74.957 Desa di Seluruh Indonesia, terus memompakan semangat, menenggelamkan perasaan risih dan minder sekaligus memberi kekuatan untuk melaksanakan amanah itu sebaik mungkin. Bagi kami bertiga, bisa jadi kesempatan ini hanya akan dirasakan sekali dalam lembaran hidup.

Dan, detik detik menentukan itupun tiba, tatkala Ms Wu Yin, Professor dari Fakultas Humanitiies and Development Studies China Agriculture University mempersilahkan perwakilan dari Delegasi Indonesia untuk tampil ke podium. Tantangan pertama yang harus aku taklukkan adalah minder dan rasa tidak percaya diri. Dan ujian pertama itupun berhasil diatasi.

Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang sangat pas pasan, mengurai satu persatu slide tentang pembangunan dan pengentasan kemiskinan yang selama ini dilakukan di Desa Poleonro, Desa Kandolo dan Desa Marga Sakti. Tentang kisah sukses Dana Desa menghadirkan senyum diseluruh pelosok negeri. Narasi, statistik dan foto-foto kegiatan yang sudah digodok selama dua hari di Jakarta bersama tim dari Kemendes PDT dan Transmigrasi satu persatu tampil di slide.

Dipenghujung presentase setelah berbicara selama 20 menit, dengan penuh percaya diri Kades Poleonro Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Hardi menyampaikan closing statemen.

“That’s all our presentation on Indonesia Village development and poverty elevation program, from the example of Poleonro Village. Kandolo Village, Marga Sakti Village. Thank you, Thank you, thank you vey much for atention and please welcome to Indonesia. I wait you in my country,” kata Hardi.

Sejenak Hardi terhenyak saat melihat dan mendengar gemuruh tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan Hebian Room. Sungguh diluar dugaan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Rasa lelah dan penat pun sirna seketika berganti rasa bangga bercampur rasa haru mendalam. Kami berusaha menahan linangan air mata. Lebih membanggakan lagi bagi kami. Karena satu satunya Kepala Desa yang tampil di Podium The Asean 8th + 3, Village Leaders Exchange Programme, hanya Delegasi Indonesia saja. Delegasi dari negara lain semuanya diwakili oleh pejabat kementerian.

“Mantap presentasi nya Pak,” kata Mbak Ajeng.

Terima Kasih Banyak Ya Allah atas ridho, petunjuk, bimbingan dan perlundungan-Mu hingga hamba-Mu yang tak kecil dan tak berdaya ini mampu mengharumkan nama negara, Indonesia tercinta.

(Hebian Village, Yunnan China 7 Mei 2019)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.