Partisipasi Masyarakat Kutim Capai 73,37 Persen

May 10, 2019 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Dalam 10 tahun terakhir, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah melaksanakan 9 kali pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu), baik itu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).

Setiap menjalankan mekanisme pergantian kepemimpinan dari berbagai tingkatan, partisipasi masyarakat Kutim dalam menggunakan hak pilinya selalu menjadi sorotan. Lantaran mayoritas berada dikisaran angka 50 persen.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim, terhitung sejak 2009 hingga 2019, Pemilu Serentak tahun ini menjadi rekor tertinggi partisipasi masyarakat untuk memilih pemimpin lima tahun kedepan.

K

Ulfa Jamiatul Farida

arena kondisi tersebut, Ketua KPU Kutim Ulfa Jamilatul Farida bersyukur karena Pemilu serentak tahun ini dapat mendongkrak angka partisipasi masyarakat Kutim. Seperti diketahui, selama ini Kutim menempati posisi terakhir untuk persoalan yang satu ini. Baik di tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Pemilu kali ini, adalah pemilu yang istimewa, pemilu serentak dan tingkat partisipasi masyarakat meningkat. Kita sangat bersyukur, karena sebelumnya Kutim biasanya cukup rendah partisipasinya dibanding (daerah) yang lain. Tapi kali ini cukup signifikan naiknya,” ujar Ulfa belum lama ini.

Secara keseluruhan, tingkat partisipasi masyarakat Kutim dalam Pemilu serentak 2019 mencapai 73,37 persen. Meski belum mencapai 77,5 persen sebagai ambang batas, namun sudah mengalami kenaikan hingga 29,21 persen jika dibandingkan dengan Pilgub 2013, maupun Pilkada terakhir tahun 2018 lalu yang hanya 25,33 persen . Jika dijabarkan tiap pemilihan pada pemilu 2019 ini, persentase partisipasi masyarakat untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) mencapai 73,58 persen dari 189.662 pengguna hak pilih.

Sedangkan pemilihan legislatif dari jenjang DPR RI, dari 257.197 jumlah pemilih, hanya 188.100 yang menggunakan hak pilihnya atau 73,14 persen. Untuk DPRD Provinsi partisipasi masyarakat mencapai 73,09 persen dari 257.087 pemilih, 187.902 yang menggunakan hak pilihnya.

Ditingkat DPRD Kutim, mencapai 74,04 persen dan yang tertinggi dari semua tingkatan pemilihan dalam pemilu serentak 2019, dengan pengguna hak pilih mencapai 187,793 pemilih. Apabila ditilik berdasarkan daerah pemilihan (Dapil), masyarakat di Kecamatan Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Rantau Pulung dan Bengalon menjadi yang tertinggi dengan partisipasi mencapai 79,75 persen. Dilanjutkan Dapil 4 dengan 74,21 persen, Dapil 1 dengan 71,53 persen dan Dapil 3 dengan 69,08 persen. Sementara untuk persentase pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), dari jumlah pemilih 257.096, yang menggunakan haknya dengan datang ke tps dan dinyatakan sah sebanyak 187,667 pemilih atau 72,99 persen.

Apabila berkaca pada pelaksanaan pesta demokrasi dari berbagai tingkatan dalam 9 tahun terakhir di Bumi Tuah Untung Benua, persentase partisipasi masyarakat tertinggi pada 2014 saat Pileg dengan 68,03 persen dan pileg 2009 dengan 66,67 persen. Sementara itu, sisanya berada di angka 50 persen kebawah.

Pada Pilpres 2009 partisipasi masyarakat diangka 58,19 persen. Satu tahun kemudian pada 2010 melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutim 56,39 persen. Pemilihan Gubernur Kaltim tahun 2013 menjadi yang terendah hanya 44,16 persen dan alami perubahan pada Pilpres 2014 menjadi 51,16 persen. Sementara itu, dalam dua pilkada terakhir yakni Pilbup Kutim 2015 dan Pilgub Kaltim 2018 berada di angka 48,42 persen dan 48,04 persen. (*/hm15)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.