Ratusan Prajurit TNI Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj

April 10, 2019 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – vivaborneo.com, Ratusan prajurit, PNS dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana di lingkungan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Samarinda menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019, di Masjid Baitusallam Makorem 091/ASN, jalan Gajah Mada No 11 Samarinda Provinsi Kaltim, Selasa (9/4/2019).

Kegiatan peringatan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini menghadirkan penceramah Ustadz H Bakhtiar Yunus SHI dari Ponpes Ihya Ulumuddin Samarinda.
Qori’ Umar Dani melantunkan surah Al Isro ayat 1, 2, dan 3 tanda dimulainya acara serimoni peringatan Isra’ Mi’raj tersebut dilanjutkan pembacaan Saritilawah oleh Koptu Emis Mopily, yang juga PNS anggota Bintal Rem 091/ASN.
Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono dalam sambutannya yang dibacakan Kasi Ops Korem 091/ASN Kolonel Inf Hendri Wijaya, SE menyampaikan, peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam merupakan suatu peristiwa yang memiliki makna yang sangat luas, terutama bagi kaum muslimin.

Saya berharap, hikmah Isra’ Mi’raj yang akan disampaikan nanti semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala”, ucap Danrem melalui Kolonel Inf Hendri Wijaya, SE, Kasi Ops Korem 091/ASN.

Hikmat Isra’ Mi’raj disampaikan Ustadz H Bakhtiar Yunus, SHI dengan penuh semangat menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Muhammad Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini dalam menghadap Allah Subhanallau Subhanahu wa Ta’ala untuk menerima perintah melaksanakan sholat lima waktu, sebagai benteng utama yang membimbing manusia menuju kemuliaan serta menghindarkan diri dari perbuatan keji dan munkar, untuk mencapai kecintaan dan keberkahan Allah SWT semata.(*/vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.