Bagaimana Ini? Pelaku Kekerasan Anak Lolos ke Luar Negeri

March 14, 2019 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Samarinda, vivaborneo.com, Masih ingat kasus kekerasan terhadap murid PAUD yang terjadi pada 25 bulan November 2018 lalu? Ternyata, tersangkanya sedang berada di luar negeri, tepatnya di Taiwan dengan alasan sedang mengikuti kegiatan Montessori. Pelakunya, seorang guru berinisial DUP.
Ibu korban, Delima Juniati kini didampingi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Kaltim, agar kasusnya dapat dilanjutkan, walaupun yang bersangkutan sedang di luar negeri.

“Dari keterangan penasehat hukum pelaku, kliennya sedang berada di Taiwan dalam suatu kegiatan. Kami tidak percaya. Malahan kami menduga tersangka sengaja kabur. Itu yang kami takutkan, tersangka melarikan diri,” ujar Madalyna, SH, salah seorang penasehat hukum korban yang juga Ketua APIK Kaltim, Rabu (13/3/2019).

Menurut Madalyna, ibu korban dan LBH APIK baru mengetahui tersangka sedang berada di luar negeri, tepatnya di Taiwan setelah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan yang disampaikan ke pelapor, Delima Juniati dari Polresta Samarinda.

Menanggapi lolosnya tersangka ke luar negeri, LBH APIK Kaltim sangat menyesalkan sebab, setelah DUP statusnya berubah menjadi tersangka, seharusnya penyidik langsung menahannya.

“Yang kita takutkan tersangka melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti dan, takut akan mengulangi perbuatannya kepada anak-anak lainnya,” ujarnya.

Dugaan penganiayaan terhadap anak berusi 4,5 tahun ini bermula ketika si anak, menurut pengakuan awal tersangka, tidak mau mengeja huruf yang diperintahkannya.

Alasan lainnya, DUP menganggap bahwa si anak mengidap autis dan tidak pernah diam saat di dalam kelas sehingga mengganggu suasana kelas.

“Korban mengalami lebam di pipi kiri dan sebagian besar wajahnya biru-biru akibat pukulan. Kami juga telah memeriksa kesehatan si anak, tidak benar memiliki gangguan autis,” ucap Madalyna, SH.(vb/wid)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.