Tidak Semua Petani Bisa Peroleh Pupuk Subsidi

February 28, 2019 by  
Filed under Agrobisnis

Samarinda-Pemerintah mengawasi dengan ketat penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani. Hal ini dimaksudkan agar pupuk bersubsidi bisa mencapai sasaran dengan tepat.

Pupuk Subsidi

“Sasaran dan tujuan yang tepat antara lain tepat waktu, tepat tempat, tepat jumlah, tepat harga, tepat jenis dan mutu,” kata Account Executive PT Pupuk Kaltim, Dede Sulistiawan saat pemaparan Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour Tahap I Tahun 2019, di Hotel Aston, Samarinda, Senin (25/2).

Petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi ini sebelumnya harus tergabung dalam kelompok tani dan memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disahkan oleh penyuluh pertanian. Dalam RDKK tersebut telah tercantum kebutuhan pupuk anggota kelompok tani dalam satu tahun.

“Petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani tentunya tidak bisa memperoleh pupuk bersubsidi,” kata Dede.

Superintendent Hubungan Internal dan Protokol Departemen Humas Pupuk Kaltim, Nurdi Saptono menyampaikan, PT Pupuk Kaltim bertanggung jawab mengadakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi jenis urea untuk wilayah Indonesia Timur serta NPK untuk wilayah Kalimantan.

Pupuk bersubsidi tersebut juga memiliki cirri khusus yang membedakan dengan pupuk non subsidi. Pupuk urea subsidi memiliki kandungan nitrogen (N) 46 persen, berbentuk prill dan berwarna pink. Sementara pupuk NPK memiliki formula NPK 15-15-15 dengan bentuk granul dan berwarna merah.

“Dengan ciri dan warna khusus ini, maka jika ada penyelengan pupuk bersubsidi akan dengan mudah dideteks,” kata Nurdi Saptono.

Pupuk bersubsidi di Kaltim disalurkan 4 distributor, yakni PT Pertani, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PTD Daya Prima dan CV Paser Berlian. Pupuk subsidi didiistribusikan ke 165 kios resmi. (wd)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.