ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Di Kaubun, Panen Padi Varietas Hasilkan 6,2 Ton

February 25, 2019 by  
Filed under Nusantara

Share this news

KAUBUN- Jajaran pemerintahan di Kecamatan Kaubun bersama para petani di Desa Bumi Jaya tak dapat menutupi kebahagiannya. Bagaimana tidak, demplot (lahan percontohan) yang ditanam padi di area persawahan 1 hektare mampu menghasilkan 6,2 Ton gabah kering panen (GKP). Hasil tersebut menjadi bukti keberhasilan kerja sama dengan penyuluh pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

 “Dari varietas padi IPB 3S yang ditanam pada lahan seluas 1 Hektare, saat dipanen menghasilkan 6,2 Ton GKP. Artinya jika desa-desa mampu mengembangkan lahan persawahan 10 hektare saja, maka dapat dipastikan akan surplus padi yang hasilnya meningkatkan produksi gabah,” ungkap Sofian dari IPB saat menjelaskan detail konsep varietas padi tersebut dihadapan Bupati Ismunandar dan Camat Kaubun M Amin, Rabu (20/2/2019).

Sofian menyampaikan, dengan adanya demplot padi sawah tersebut, sistem pertanian masyarakat khususnya di Kaubun akan berubah dari sistem shifting cultivation/pertanian berpindah menjadi pertanian menetap.

Sementara itu, Bupati Ismunandar menegaskan jika biasanya produksi gabah hanya menghasilkan 4,5 – 5 Ton saja, kali ini justru bisa tembus 6,2 Ton dari 1 hektare persawahan.

“Nah, ini patut terus dikembangkan. Saya cukup salut dengan kreativitas Camat Kaubun bisa mencari potensi-potensi teknologi pertanian berbasis ilmu pengetahuan untuk petani. Jika surplus, artinya kita juga harus berusaha meningkatkan keterampilan petani kita (agar) lebih baik,” jelas Ismu.

Ismu menambahkan dirinya bersedia menjadi sales marketing (pemasaran) jika Kaubun punya beras dengan label atau merek lokal. Yakni membantu penjualan beras ke perusahaan-perusahaan di Kutim agar mau membelinya. Keberhasilan ini menggambarkan Kutim juga punya hasil olahan sendiri yang patut dibanggakan.

“Saya pun mengucapkan terima kasih atas bantuan dana CSR untuk kemajuan demplot ini yaitu dari PT Indexim Coalindo dan PT Fairco Agro Mandiri,” tutupnya. (*/hm13)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.