ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

STAIS Wisuda 155 Sarjana

February 21, 2019 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SANGATTA – Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur (Kutim) kembali mewisuda 155 sarjana. Prosesi wisuda dilaksanakan sebagai rangkaian Rapat Senat Terbuka wisuda angkatan ke-VIII (delapan) Tahun Akademik  2018/2019 di Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi, Kamis (21/2/2019).

Sebanyak 155 sarjana berasal dari beberapa Prodi. Yakni Prodi PAI Jurusan Tarbiah 65 mahasiswa dan Prodi Ekonomi Syari’ah Jurusan Syari’ah 90 mahasiswa. Diantara semua lulusan, 2 diantaranya menyabet predikat lulusan terbaik atau cum laude. Selanjutnya untuk 10 wisudawan nilai IPK tertinggi diberi beasiswa.

Hadir dalam wisuda, Bupati Kutim H Ismunandar, Perwakilan Kopertais Wilayah XI Kalimantan DR Humaidi,  sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta DPRD Kutim Yulianus Palangiran serta H Sobrin Bagus. Turut hadir juga Mantan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Bupati H Ismunandar meminta lulusan STAIS bingung mau kemana atau berbuat apa. Dia berharap alumni STAIS bisa menunjukan peran-perannya dalam membangunan Kutim.

“Jangan lupa sejarah STAIS dulu yang masih numpang di bangunan kayu dulu, sekarang STAIS wajib bersyukur dengan infrastruktur yang sudah lengkap,” kata Ismu, sapaan akrab Bupati.

Ismu menambahkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan kedepan akan menjadi pusat ekonomi baru. Nah karena potensi itu ada di Kutim, maka sebagai putra daerah, lulusan STAIS harus berperan ikut membangun. Melibatkan sarjana-sarjana ekonomi syariah terbaik yang pernah dilahirkan STAIS.

Terkait beasiswa yang diberikan kepada lulusan terbaik, Ismu menyebut hal itu dilakukan agar kedepan bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Agar yang baik menjadi terbaik sebagai wakil perguruan tinggi Kutim.

Erlyan Noor sebagai Ketua STAIS pun berharap sama. Agar para lulusan STAIS bisa berkarya dibidangnya. Dia mengatakan alumni sudah banyak yang berprestasi menjadi guru-guru dan dosen di Samarinda.

“Terima kasih tak terhingga kepada pemerintah daerah yang mendukung penuh perguruan tinggi (STAIS) karena mewajibkan sekolah hingga sarjana di Kutai Timur,” ujar Erlyan saat sambutan pembukaan.

Terakhir, Erlyan menambahkan bahwa STAIS mempunyai lebih dari 900 mahasiswa. Hal itu menunjukkan animo kepercayaan masyarakat kepada STAIS cukup tinggi dan berkualitas.(*/hm7)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.