Sembilan Barongsai Ikut Arakan Keliling Kota Samarinda

February 19, 2019 by  
Filed under Samarinda

Samarinda- Rangkaian perayaan Cap Go Meh 2570 di Samarinda diisi dengan atraksi barongsai. Sebanyak sembilan grup Barongsai yang ada di kota Samarinda, mengikuti arak-arakan keliling kota.

Atraksi khas barongsai dengan berbagai aksi yang memukau diperlihatkan masing- masing grup yang tampil di hadapan tamu dari anggota DPR -RI yang juga Ketua Uum KONI Kaltim Zuhdi Yahya, Plt.Asisten satu Pemkot Tejo Sunarnoto dan Ketua FKOB H.Asmuni Alie serta tokoh-tokoh etnis Tiong hoa lainnya.

Tejo Sunarnoto yang mewakili Pemkot Samarinda memberikan pujian terhadap keanekaragaman budaya etnis Tiong Hoa yang tetap lestari hingga saat ini. “Dengan budaya yang dimiliki ini, menjadi perekat kerukunan antar umat beragama yang bisa kondusip di ibukota Kaltim ini,” imbuh Ketua FKUB H.Asmuni Alie.

Saat melepas arak-arakan barongsai , Zuhdi Yahya, selaku Ketua KONI Kaltim menyambut baik kegiatan ini. Selain menjadi sarana menjalin silaturahmi antar umat beragama dan menjadi aset pariwisata untuk kejayaan Kota Samarinda. Hal yang sangat penting, barongsai sudah menjadi bagian olah raga yang sudah dipertandingkan pada ajang PON ke 19 di Jawa Barat 2016 lalu. Meski masih berusia muda, namun induk olah raga Barongsai Forbi, telah berprestasi yang membanggakan.

Zuhdi meminta para atlet barongsai, giat berlatih karena event-event penting sudah didepan mata.Setelah dilepas keberangkatannya, kelompok Barongsai itu telah dutunggu masyarakat khususnya warga etnis Tiong Hoa yang telah menyiapkan angpou di depan pintu rumah atau toko masing-masing. Sebelumnya tamu dan undangan terlebih dahulu memberikan angpou kepada semua Barongsai sebelum melakukan arak-arakan keliling kota. (sb)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.