Sekolah Diimbau Tanam Pohon Endemik Kaltim

January 30, 2019 by  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA – vivaborneo.com, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi mengajak satuan pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menanam tanaman endemik Kalimantan Timur. Contoh ulin, bengkirai, kapur, meranti maupun gaharu.

Hal ini dilakukan agar tanaman endemik Pulau Kalimantan, khususnya Kaltim dapat dilestarikan dan diketahui para peserta didik di masing-masing satuan pendidikan.

“Tidak hanya SMK. Penanaman bibit pohon dapat dimulai tahun ini. Kami berharap semua sekolah, dimulai dari pendidikan SMK bisa menanam tanaman endemik Kalimantan, sehingga kita semua bisa melestarikan tanaman tersebut yang kini habitatnya sangat langka diketahui masyarakat, khususnya para anak usia sekolah,” kata Hadi Mulyadi didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK Deslan Nispayani usai peresmian Laboratorium Ritel (Teaching Factory) Alfamidi di SMKN 14 Samarinda Jalan HAM Rifadin, Palaran, Kota Samarinda, Rabu (30/1/2019).

Program ini juga bertujuan sebagai penghijauan di daerah. Dimulai dari sekolah, khususnya SMK. Kemudian diikuti seluruh instansi pemerintahan hingga swasta untuk melaksanakan.
Artinya, dengan begitu ketika saat ini menanam, maka 20 hingga 30 tahun akan datang bisa bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

“Selain menjadi pengetahuan para pelajar, pihak sekolah membantu pemerintah untuk melestarikan tanaman tersebut yang kini susah dilihat maupun diketahui,” jelasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Deslan Nispayani mengatakan tahun ini Disdik Kaltim menargetkan tertanam 1.000 bibit pohon endemik di masing-masing SMK.

Melalui program ini diharapkan setiap sekolah minimal bisa menanam satu bibit tanaman endemik tersebut. Asalkan, memiliki cukup ruang lahan untuk menanam. Artinya, dengan menanam tanaman endemik dimulai dari pendidikan dapat menunjukkan kepada orang luar Kalimantan, bahwa Kaltim memiliki sejarah dengan tanaman endemiknya.

“Kita berharap ini bagian dari kreatifitas satuan pendidikan untuk para pelajar, agar generasi muda ini jangan kehilangan sejarah dan peninggalan Kalimantan, sehingga tidak hanya mengenali dan mengetahui melalui gambar saja,” jelasnya. (humasprov kaltim)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.