Angkutan Udara Jadi Sumber Inflasi Kaltim

January 3, 2019 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Samarinda, vivaborneo.com, Setelah mengalami deflasi selama 3 bulan berturut-turut, pada bulan Desember 2018 Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat mengalami inflasi sebesar 0,54%(mtm). Capaian Inflasi Kaltim periode ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,62%(mtm). 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Muhamad Nur

Inflasi sebesar 0,54 persen bersumber dari kenaikan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,71% (mtm) serta transportasi, khususnya harga tiket pesawat serta komunikasi sebesar 1,84% (mtm).
“Tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong inflasi kelompok transportasi dan komunikasi. Kenaikan tarif angkutan udara telah terjadi secara bertahap sejak Minggu-I bulan Desember 2018 sehingga mencapai tarif batas atasnya.

Kebutuhan masyarkat Kaltim yang tinggi akan transportasi udara menjadi penyebab tingginya harga tiket pesawat,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Muhamad Nur pada Rabu (2/1/2019).
Adapun inflasi bahan makanan disebabkan oleh komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras. Inflasi komoditas bawang merah disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari wilayah sentra, terutama Kabupaten Enrekang karena distribusi yang difokuskan ke wilayah bermayoritas penduduk nasrani untuk kebutuhan Hari Raya Natal.
“Disamping itu, pasokan berkurang karena curah hujan yang tinggi menyebabkan bawang merah mudah rusak,” jelas Nur.
Berdasarkan kota pembentuknya, Kota Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,30%(mtm) yang disebabkan oleh daging ayam ras. Sementara itu, di Kota Balikpapan inflasi tercatat sebesar 0,86%(mtm) yang didorong oleh kenaikan harga tiket pesawat.

Pada bulan Januari 2018, tekanan inflasi diperkirakan lebih rendah dibandingkan bulan Desember 2018. Konsumsi masyarakat diperkirkaan akan berangsur normal paska libur sekolah dan Hari Raya Natal.
“Bank Indonesia secara konsisten akan terus melakukan asesmen terkait perkembangan perekonomian dan inflasi Kaltim terkini guna menuju sasaran inflasi akhir tahun sebesar 3,5+1% (yoy),” jelas Nur.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.