Wabub Bantah Ada Boikot Kontingen Porprov

December 14, 2018 by  
Filed under Olahraga Lain

SANGATTA- Belum lama ini beredar isu yang menyatakan Kutim, selaku tuan rumah Porprov VI/Kaltim, diboikot oleh sejumlah kabupaten/kota lain, dibantah keras oleh Wakil Bupati sekaligus Ketua Kontingen Kutim, Kasmidi Bulang.

“Kondisi Kutim (selaku tuan rumah Porprov VI/Kaltim) aman, tidak ada boikot. Malah saya sudah koordinasi dengan KONI Kaltim, mereka malah memberi ucapan selamat kepada Kutim,” ujarnya dalam konfrensi pers di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Kamis (13/12/2018) sore.

Kepada belasan awak media, Kasmidi yang juga Wakil Ketua PB Porprov Kaltim/VI, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Porprov kali ini berjalan lancar dan sukses. Karena sportifitas yang ditunjukkan oleh seluruh peserta dari 10 kontingen Kabupaten/Kota se Kaltim. Menurutnya, menang atau kalah adalah hal lumrah dalam suatu pertandingan apapun dan dimanapun.

“Kalau ada kontingen yang pulang duluan dan tidak ikut penutupan wajar saja, mungkin karena mereka merasa sudah telalu lama disini. Sudah ada bahkan yang dua minggu dan tidak ada lagi pertandingan yang diikuti. Apalagi peserta yang mesti kembali ke daerahnya yang jauh (dari Sangatta),” ungkapnya.

Berikutnya terkait adanya isu negatif lainnya yang terus beredar, juga dibantah tegas oleh Kasmidi. Contohnya Kota Samarinda tidak pernah berstatemen memboikot Kutim. Bahkan dengan seluruh daerah lain, silaturahim tetap terjaga. Mengenakan jaket Kontingen Kutim, Kasmidi berharap agar jangan sampai ego pribadi memecah belah semua pihak.

“Mari sama-sama menjunjung sprotifitas dalam bertanding,” kata Kasmidi didampingi Plt Ketua Umum KONI Kutim Budiman Hading, Sekretaris Umum PB Porprov Kaltim/VI, pengurus KONI Kutim dan puluhan Ketua Cabor.

Kekalahan atau kemenangan itu merupakan dinamika dalam kegiatan olahraga empat tahunan ini. Hanya saja yang perlu mendapat perhatian adalah bagimana pemerintah kedepan dapat lebih memperhatikan atlet. Khususnua yang akan berlaga di ajang lebih besar.

“Mau menang atau kalah itu bagian dari proses. Kita harus fokus, mungkin kedepan ada program (pembinaan) tahunan agar atlet bisa terlatih. Apalagi mau PON, (pemerintah dan para pihak terkait) harus ekstra perhatian,” jelasnya.

Dia berharap kesempatan melaksanakan Porprov seperti ini bisa memberikan peluang untuk semua insan olahraga, agar lebih bersemangat melatih diri mempersiapkan dan meningkatkan kualitas pemain muda asli daerah.

Menurutnya sikap emosi saat kalah masih wajar, karena setiap kontingen punya target kemenangan. Setelah lepas pertandingan atau event secara umum dan target tak tercapai tentu saja emosional yang keluar. Namun demikian dirinya tetap menghargai semua itu. Maka dari itu ia berharap Porprov tetap menjadi bagian dari kebersamaan. (*/15)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.