Pipa Kondensat Bocor jadi  Skenario Latihan Tanggap Darurat PHM

December 12, 2018 by  
Filed under Lingkungan Hidup

BALIKPAPAN , vivaborneo.com, Area fasilitas produksi North Processing Unit (NPU) di Lapangan Tunu, mengalami kebocoran jalur pipa kondensat ukuran 14 inchi River Crossing (RC) 6, yang berada di kawasan rawa-rawa di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam insiden itu terdapat  satu orang  korban terjatuh ke dalam air, serta terjadinya  tumpahan kondensat ke laut dan mengaah ke tambak milik masyarakat.

Sunaryanto, Executive Vice President of Operation & East Kalimantan District Manager mengatakan bahwa ini adalah latihan skala besar menghadapi situasi tanggap darurat yang dilakukan oleh  PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), pada Rabu (12/12/2018).

“Latihan skala besar adalah kegiatan rutin yang diadakan  di Wilayah Kerja Mahakam. Tujuannya  untuk menguji kesiapan dan efektifitas komunikasi dalam menangani kondisi kedaruratan,” ujarnya.

Latihan digelar di pusat operasi Wilayah Kerja (WK)  Mahakam Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan melibatkan tim tanggap darurat dari lapangan-lapangan produksi terkait dan Management Response Team kantor PHM Balikpapan dan Jakarta.

Selain berlatih menangani korban, dalam latihan itu para petugas membersihkan dan menghalau tumpahan kondensat yang bergerak menuju ke area sensitif dan mengarah ke tambak-tambak milik masyarakat.

Sejumlah peralatan tanggap darurat dikerahkan, diantaranya 3 unit Fire Fighting boat, 1 anti polution boat, 6 sea truck boat untuk evakuasi dan pembuatan exlusion zone. Sebanyak 850 meter (16 joints) oil boom digelar untuk menangkap sekam padi yang ditebar sebagai pengganti dan gambaran tumpahan kondensat.

Latihan ini  melibatkan pula sejumlah pemangku kepentingan, seperti Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas – Ditjen Migas Kementerian ESDM, SKK Migas Jakarta dan Perwakilan Kalimantan Sulawesi, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, serta wartawan.

Selain itu juga melibatkan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) sebagai observer.

“Software Motum dan GIS dioperasikan untuk simulasi arah gerak tumpahan kondensat. Semua pihak yang terlibat dalam latihan telah berkoordinasi dengan baik untuk mengatasi kejadian tersebut,” jelas Sunaryanto.(vb/yul)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.