Kaltim Targetkan Serap 400 Ribu Tenaga Kerja Perempuan

December 11, 2018 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

 

Samarinda, vivaborneo.com,   Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim)  menargetkan mampu menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja perempuan hingga tahun 2023. Target ini untuk mencapai Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebesar 90 persen pada dimensi keterlibatan perempuan dalam peningkatan ekonomi.

“Tanpa kerja bersama melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tidak mungkin kita bisa mencapai angka itu. Dari posisi sekarang 85,62 persen menuju 90 persen bukan hal gampang, kita harus optimis terwujud dalam lima tahun kedepan” ujar Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim,  Halda Arsyad, melalui Sekretaris Zaina Yurda, pada rapat Forum Perangkat Daerah, di Kantor DKP3A Kaltim, Senin (10/12/2018).

DKP3A Kaltim juga menyelaraskan dengan visi misi Pemprov Kaltim. Beberapa program kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antara lain, penguatan kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG).

Sejauh ini pemprov sudah menunjukan memberi ruang cukup besar terkait keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Dibuktikan sudah banyak perempuan diberi kesempatan menduduki jabatan strategis di lingkup Pemprov Kaltim.

Adapun program kegiatan yang akan dilakukan mengejar target tersebut diantaranya bekerjasama dengan Disnakertrans Kaltim dengan menyiapkan tenaga kerja terampil. Memberi pelatihan para pencari kerja perempuan untuk dipersiapkan merebut potensi lowongan pekerjaan yang ada.

“Sebagai contoh seiring beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda tentu akan diikuti dibukanya banyak lowongan pekerjaan. Peluang-peluang yang ada tersebut kita siapkan program pelatihannya agar mereka siap merebut peluang,” tutur Yurda.(vb/del)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.