Hemat Puluhan Juta, MAN 2 Kukar Gelar UAS Berbasis Android

November 28, 2018 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – MAN 2 Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan terobosan baru dalam penyelenggaraan Penilian Akhir Semester (PAS) atau Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang biasanya menggunakan komputer atau kertas. Saat ini sudah memakai Smartphone berbasis Android yang dimiliki oleh masing-masing siswa.

Pelaksanaan UAS sendiri diikuti oleh 851 orang siswa terdiri dari kelas X 330 siswa, XI 304 siswa dan XII 220 siswa, berlangsung mulai tanggal 26 November s/d 7 Desember 2018.

“Inovasi ini kita namakan PAS Dalam Jaringan, atau ujian sekolah berbasis android. Pelaksanaan ujiannnya memanfaatkan smartphone yang dimiliki oleh siswa dan sistem ini baru pertama kali dilaksanakan,” kata Kepala MAN 2 Kukar, Samuri, S.Pd., M.Si di Tenggarong, Rabu (28/11/2018).

Secara teknis, terang Samuri, ujian berbasis android ini tak memiliki perbedaan mencolok dengan ujian konvensional lainnya. Namun yang membedakan hanya media yang digunakan untuk mengerjakan soalnya saja.

Untuk teknis pengerjaan soal, siswa harus login terlebih dahulu lalu mengerjakan soal dan klik jawaban yang dianggap benar. Masing-masing siswa memiliki akun untuk mengerjakan soal mata pelajaran yang diujikan. Hasil ujiannya pun bisa langsung dilihat oleh peserta ujian.

“Hemat dan efesien. Tidak lagi butuh kertas, pensil dan memudahkan guru karena tidak perlu mengoreksi lembar jawaban siswa. Ini selaras dengan semangat kami untuk mewujudkan sekolah go green, tidak ada lagi sampah kertas, disamping itu kami dapat menghemat sekitar 30 juta rupiah dari biaya fotocopy dan lainnya” ujar dia.

Terobosan ini lanjut Samuri, dilatarbelakangi oleh semakin canggihnya teknologi yang serba digital. Lalu muncullah gagasan dari tim IT MAN 2 Kukar untuk memanfaat kecanggihan teknologi yang ada di smartphone dengan megadakan ujian sekolah berbasis android.

Sebelum diaplikasikan, tim IT terlebih dahulu melakukan polling kepada para siswa dan guru tentang rencana ujian sekolah menggunakan smartphone. Bak gayung bersambut, para siswa dan guru setuju dengan rencana tersebut karena mayoritas sudah memiliki smartphone. Terlebih siswa tak perlu lagi repot-repot menyiapkan alat tulis seperti pensil 2b, penggaris UN dan penghapus.

Cukup mengganti jawaban dengan mengKlik salah satu huruf yang dirasa benar jawaban sudah bisa terganti.

“Sementara siswa yang tidak memiliki smartphone tetap bisa ikut ujian sekolah dengan memanfaatkan komputer. Tapi pengerjaannya sama berbasis android,” jelas Samuri.

Ditambahkan Wakasek Kurikulum Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si mengatakan, pelaksanaan Ujian Sekolah berbasis android tidak memiliki kendala berarti. Pasalnya, mayoritas siswa di sekolah telah menggunakan smartphone berbasis android. Sebelumnya dilakukan pula simulasi sebanyak dua kali sebelum UAS digelar.

Kendala lain tak semua siswa memiliki smartphone, diantisipasi oleh pihak sekolah dengan menyiapkan puluhan unit komputer agar memudahkan siswa dalam mengikuti ujian.

“Sekolah tidak memaksakan peserta ujian memiliki smartphone, kita siapkan komputer. Jadi tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Ia melanjutkan, selain lebih memudahkan para siswa untuk mengerjakan soal, dengan menggunakan aplikasi ujian di smartphone para siswa juga tidak bisa melakukan kecurangan. Sebab selain soal-soal yang diacak, para siswa juga tidak bisa membuka aplikasi pencarian google.

“Paket datanya kami sudah matikan semua, jadi ketika login pengerjaan soal mereka tidak bisa membuka aplikasi apapun selain aplikasi ujian,” terang dia.

Dengan UAS berbasis Android ini, bisa menghemat listrik karena dari pihak sekolah tidak perlu menyiapkan generator untuk cadangan daya. “Kalau daya habis siswa bisa pakai power bank saja. Disetiap ruangan juga disiapkan terminal listrik,” imbuhnya. (*/Medsi01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.