Kemah Dewan Kerja Tingkat Daerah Kaltim 2018 Ditutup

November 26, 2018 by  
Filed under PPU

PENAJAM, vivaborneo.com, Sekretais Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tohar mentutup secara resmi kegiatan Kemah Dewan Kerja tingkat daerah Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2018 yang dipusatkan di bumi perkemahan Tri Satya Hutan Pinus, Desa Sesulu, Kecamatan Waru Kabupaten PPU, Sabtu, (24/11) malam.

Prosesi penutupan kegiatan yang diikuti oleh seluruh perwakilan pramuka di Kaltim ini ditandai dengan pelepasan atribut peserta dan prosesi penurunan bendera pramuka oleh peserta upacara.

Dalam sambutannya Tohar mengatakan bahwa pemerintah daerah Kabupaten PPU sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan kemah dewan kerja tingkat daerah Kalimantan Timur Tahun 2018 yang dilaksanakan di Kabupaten PPU tersebut.

“Dalam kesempatan ini, tak lupa pula saya sampaikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara kegiatan, karena telah memberikan kepercayaan kepada daerah kabupaten PPU untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan kemah dewan kerja ini,” kata Tohar.

Lanjut Tohar, Gerakan Pramuka memiliki tujuan untuk mendidik anak-anak dan generasi muda Indonesia agar menjadi manusia yang memiliki budi pekerti luhur, berguna bagi nusa dan bangsa, serta memiliki keyakinan yang kuat dalam membangun masyarakat.

Gerakan pramuka juga merupakan wadah untuk mendidik anak-anak guna menambah keterampilan dan memperkuat kepribadian agar kelak mampu mandiri dan berguna bagi masyarakatnya.

Saat ini tambahnya, bangsa sedang dihadapkan dengan tantangan makin maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang jenisnya bermacam-macam. generasi muda merupakan sasaran terbesar terhadap tantangan ini.
“Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semuanya untuk menyadari bahwa tantangan-tantangan yang saya sampaikan tadi ada di hadapan kita,” pungkasnya. (Hms6)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.