Jumlah Penduduk Kaltim Sebanyak 3.536.920 Menurut Jenis Pekerjaan

November 19, 2018 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Samarinda, vivaborneo.com, Kepala Dinas Kependudukan Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, pada kegiatan Penyusunan Profil Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan di Provinsi Kaltim yang berlangsung di Hotel Aston & Convention Center Samarinda, Kamis (15/11), menyampaikan pentingnya perlindungan hak bagi perempuan.

“Pemerintah Daerah dan swasta wajib membuat kebijakan operasional dan kebijakan daerah yang mendukung keberhasilan peningkatan produktivitas kerja. Selain itu, penyediaan sarana kerja yang responsif gender dan peduli anak harus didukung semua pihak terkait, baik pemerintah, pengusaha maupun pekerja sendiri,” ujarnya.

Di Kaltim, terang Halda, jumlah angkatan kerja dari tahun ke tahun selalu meningkat. Persoalan yang terjadi, adanya ketimpangan antara tingkat partisipasi kerja (TPAK) perempuan & laki-laki. “Data BPS Kaltim tahun 2013 menunjukkan, TPAK perempuan Kaltim sebesar 39,84 % dan TPAK laki-laki Kaltim 84,53 %,” ujarnya.

Sementara itu, menurut data agregat kependudukan Kaltim semester 1 tahun 2018 menunjukkan, terdapat 88 jenis pekerjaan. “Untuk laki-laki berjumlah 1.327.469, dan belum bekerja berjumlah 516.354. Sedangkan untuk perempuan berjumlah 1.251.021, dan belum bekerja berjumlah 442.076, sehingga jumlah penduduk menurut jenis pekerjaan sebanyak 3.536.920” katanya.

Halda berharap, sosialisasi dan advokasi tentang pentingnya pemenuhan hak perempuan dalam ketenagakerjaan dapat dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.  Selain itu, Penyusunan Profil Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan di Kaltim dapat menjadi acuan peningkatkan pemberdayaan, perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. (vb/rgd)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.