Festival Hudoq Mahakam Ulu Diikuti 2 Ribu Peserta

October 26, 2018 by  
Filed under Artikel, Budaya

Mahakam Ulu,  vivaborneo.com,  Festival Hudoq 2018 yang berlangsung di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, 25-28 Oktober 2018, berlangsung meriah dengan penampilan 2.000 orang berpakaian ala tradisional Hudoq.

Selain itu, acara yang berlangsung di  ibukota Kabupaten Mahakam Ulu, Ujoh Bilang ini, juga dimeriahkan dengan penampilan penyayi legendaries Indonesia Trie Utami dan penampilan music tradisional sampe, oleh Uyau Morris.

Hudoq adalah Tari Topeng. Tidak hanya menggunakan topeng, Hudoq juga memakai kostum pakaian yang menutupi seluruh tubuh penarinya.

Biasanya, tarian ini dilaksanakan saat awal menanam padi. Warga setempat, yang umumnya Suku Dayak  menyebutnya menugal sampai selesai menanam padi.

Menurut keyakinan Suku Dayak di Mahakam Ulu, Hudoq adalah ungkapan doa kepada sang pencipta. Agar tanaman padi tumbuh subur dan terhindar dari hama. Selain itu, memberikan keberkahan dan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Festival Hudoq Mahakam Ulu diharapkan menjadi salah satu cara untuk mempromosikan budaya. Sekaligus mengampanyekan potensi wisata, terutama di Kabupaten Mahakam Ulu, satu tempat prioritas Inisiatif Jantung Borneo,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (23/10).

Menteri pariwisata tersebut  berharap event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik ke Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur semakin meningkat. Silakan datang ke Mahakam Ulu dan nikmati festivalnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Mahulu, Kristina Tening menjelaskan, Festival Hudoq akan dipusatkan di lapangan sepak bola Ujoh Bilang. Di sekitar lapangan akan dibuatkan tenda yang didesain mirip serapo beratap kajang.

“Mahulu akan menyajikan sedikitnya 2.000 penari Hudoq. Pada November 2017 lalu, ada Tari Hudoq di Samarinda yang diikuti 1.000 orang. Rekor itu akan kami pecahkan,” kata Kristina.(vb/yaya/*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.