APT Pranoto dengan Call Sign : “Pangeran Airport”

October 26, 2018 by  
Filed under Profil

Dikalagan pilot pesawat terbang dan pengatur lalu lintas udara  (Air Navigation/Airnav), Bandara Aji Pangeran Temenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda mendapatkan panggilan udara “Pangeran Airport,” suatu nama yang keren dan membanggakan  untuk diucapkan maupun didengar.

Di darat, Bandara  APT Pranoto juga menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Betapa tidak, penantian selama puluhan tahun agar ibukota provinsi ini memiliki bandara ternyata dapat terjuwud.

Bandara APT Pranoto memiliki luas 30 hektar (ha) dengan berbagai fasilitas layaknya bandara-bandara modern saat ini di Indonesia. Bahkan, bandara yang telah selesai sisi daratnya pada tahun 2013 tersebut, disejajarkan dengan Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang digadang-gadang sebagai pengganti Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Kepala Bandara Temindung Samarinda, Wahyu Siswoyo mengatakan Bandara APT Pranoto sangat megah dengan sejumlah fasilitas lengkap layaknya sebuah bandara di Indonesia. Bahkan, karena kemegahannya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, telah  menyematkan kata ‘internasional” pada bandara kebanggaan ibukota Kaltim ini.

Saat ini diperkirakan, terdapat lebih dari  3,5 juta penumpang dari Samarinda yang hilir mudik dari Samarinda menuju kota-kota lain di Indonesia setiap harinya. Pun begitu dengan penumpang dari kota lainnya seperti Tenggarong, Bontang dan Sangatta di Kutai Timur. Bahkan, bukan tidak mungkin juga ada penumpang dari Kabupaten Kutai Barat,  Mahakam Ulu dan Berau pesisir yang akan menggunakan fasilitas Bandara APT Pranoto kelak.

Wahyu Siswoyo, yang juga telah diberi mandat Kementerian Perhubungan untuk menjadi Kepala Otoritas Bandara APT Pranoto, tugas pentingnya hanya dua yaitu  menutup Bandara Temindung di Kelurahan Bandara (dahulu Kelurahan Temindung) dan membuka  pengoperasikan Bandara APT Pranoto di Kelurahan Sungai Siring, sejauh 20 Km. dari pusat kota Samarinda.

“Jadi tugas saya ada dua, yaitu menutup operasional Bandara Temindung dan membuka operasi penerbangan Bandara APT Pranoto yang baru. Temindung ditutup 23 Mei, APT Pranoto dibuka 24 Mei. Ibaratnya, kami menutup toko kecil dan membuka gerai yang lebih luas dan lengkap,” ucapnya, Senin (23/4).

Dipaparkan Wahyu, Bandara APT Pranoto memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 meter sehingga layak didarati pesawat berbadan lebar sejenis Boeing. Lahan seluas 301,4 ha juga masih mampu untuk pengembangan bandara ke depan. Sehingga, ditargetkan  Bandara APT Pranoto mampu mengangkut 3 juta penumpang per tahun.

Luas terminal penumpang Bandara APT Pranoto seluas 12.700 meter persegi (m2),  yang terintegrasi baik security check point, informasi penerbangan, klaim  bagasi, dan check in counter  hingga boarding lounge serta ruang tunggu penumpang.

APT Pranoto juga memiliki ruang VVIV (Very Very Inportante Person) seluas 743 m2, terminal kargo seluas 1.148 m2, hanggar seluas 36.342 m2, kantor seluas 1.253 m2, Air Traffic Control (ATC Center)  seluas 688 m2, Meterologi  seluas 251 m2, pemadam kebakaran (fire station) seluas 455,52 m2, pusat kesehatan  (medical center) yang dilengkapi dua unit pacu jantung dan ambulance  seluas 373 m2, hingga pasokan generator listrik sebesar 2,1  Mega Watt.

Walaupun APT Pranoto dipersiapkan sebagai bandara internasional, namun hingga peresmiannya 24 Mei mendatang, belum memiliki lampu penerang landasan (air field lighting/AFL). Sehingga, bandara ini untuk sementara tidak dapat dioperasikan pada malam hari.

Keuntungan dapat terbang di malam hari, jelas Wahyu, akan dapat menarik minat maskapai untuk mengangut penumpang lebih banyak lagi. Karena, pesawat mereka dapat terbang hingga tengah malam dan berangkat lebih awal keesokan harinya.

“Kita sudah usulkan di APBN, tapi kan tidak dapat tahun ini. Jadi perlu bersabar diperkirakan pertengahan tahun 2019, Bandara APT Pranoto sudah dapat dioperasikan pada malam hari,” tegasnya.(yaya)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.