Dekranasda Dituntut Perhatikan Generasi Pengrajin

October 3, 2018 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR Generasi turun temurun dari pengrajin memerlukan upaya yang terus-menerus dilakukan dan sudah sangat serius untuk diperhatikan. Karena beberapa daerah dan jenis produk kerajinannya sudah semakin langka. Dikarenakan tidak ada kaderisasi para pengrajin yang melanjutkan.

Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla pada Rakernas Dekranas, di ruang Serba Guna Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (27/9/2018) berharap ada upaya regenerasi pengrajin di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Mufidah juga mendorong kepada Dekranasda di provinsi, kabupaten/kota agar bekerja keras dan bahu membahu untuk memajukan kerajinan di Indonesia, dengan meningkatkan kemampuan sumber daya yang ada, dalam menghasilkan produk kerajinan yang berdaya saing.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan menuturkan hasil Rakernas Dekranas 2018 ini seharusnya ditindaklanjuti dengan peningkatan dan pemberian perhatian serta pembinaan bagi para pengrajin.

Dikatakan Yayuk, salah satunya dilakukan melalui pembinaan, pelatihan, bantuan alat pengrajin dan lainnya kepada pengrajin maupun regenerasi muda. Sehingga ini produk kerajinannya tidak langka atau hilang begitu saja.

“Tugas kita selaku pengurus Dekranasda dapat disinergikan dengan lintas organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar untuk menindaklanjuti. Diantaranya, Disdagkop dan UKM serta Disdikbud,” ujar Yayuk.

Lanjut Yayuk, Pelaksanaan Rakernas Dekranas 2018 menjadi bagian yang sangat penting bagi Dekranasda Kubar,sebagai ajang tukar pikiran dan pengalaman dari Dekranasda seluruh Indonesia, karena setiap daerah mempunyai keunggulan dalam pengembangan kerajinan di daerahnya masing-masing.

“ Jadi tidak ada salahnya, kita berbagi pengalaman dan mengadopsi yang baik,”ungkapnya.

Yayuk menambahkan, saat ini kegiatan Rakernas mengangkat tema yakni,” Terus Berinovasi Menuju Kriya Nusantara yang Berkualitas”. Tujuan dilaksanakan rakernas ini, untuk meningkatkan daya saing produk perajin, mensejahterakan perajin, dan regenerasi pengrajin secara berkelanjutan karena saat ini keberadaan perajin sudah semakin langka. (*/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.