Kaltim Targetkan 1 Juta Anak untuk Diimunisasi Campak

August 10, 2018 by  
Filed under Kesehatan

Samarinda, VIVABORNEO.COM, Provinsi Kalimantan Timur   ditargetkan mampu  melakukan imunisasi campak dan Measles Rubella atau MR sebanyak satu juta orang  anak.

Imunisasi yang dikhususkan bagi anak usia 9 bulan sampai anak usia dibawah 15 tahun, dilaksanakan selama dua bulan sejak Agustus hingga September.

Kelapa Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim,  dr. Rini Retno Sukesi meminta agar masyarakat tidak menganggap remeh penyakit campak dan rubella karena sudah terbukti sangat berbahaya jika dibiarkan menjangkiti anak-anak.

“Saya ingatkan jangan  anggap remeh penyakit campak dan rubella karena kedua penyakit ini bisa berbahaya untuk anak-anak yang kita cintai. Untuk mengantisipasinya,  masyarakat yang mempunyai putra-putriserusia  9 bulan sampai kurang 15 tahun harus mendapatkan imunisasi MR,” ujar Rini di Saamrinda, Kamis (9/8/2018).

Dijelaskan Rini, campak dan rubella sangat membahayakan karena dapat menyebabkan cacat hingga  kematian. Namun,  dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh  karena itu, selama bulan Agustus di seluruh Kaltim, seluruh  siswa-siswi sekolah mulai Paud, TK, SD, SLP dan SLTA yang muridnya masih dibawah 15 tahun wajib mendapatkan imunisasi MR.

Pada bulan September akan dilakukan imunisasi serupa di seluruh pos  pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas, Posyandu maupun tempat pelayanan kesehatan yang telah disiapkan untuk imunisasi,” ujarnya.

“Pada 1 Agustus 2018 imunisasi  MR dimulai di seluruh wilayah  Provinsi Kaltim. Maka dari itu,    kita  mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk  mendukung dan  menyukseskan kampanye  imunisasi MR dengan  membawa putra-putrinya untuk mendapatkan imunisasi MR ke pos pelayanan kesehatan sampai September 2018,” pesannya.(ya/foto:ist)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.