Pupuk Kaltim Reintroduksi 1.000 Anggrek Hitam

August 6, 2018 by  
Filed under Profil

VIVABORNEO.COM, Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur terhadap konservasi keanekaragaman hayati, kembali ditunjukkan melalui reintroduksi 1.000 anggrek hitam hasil pengembangan secara kultur jaringan di laboratorium perusahaan, kepada Balai Taman Nasional Kutai (TNK).

Pengembalian anggrek hitam ke habitat alami ini ditandai serah terima dari Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana, kepada Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan, disela agenda Wana Rally Kutai XII. Disaksikan Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, di area konservasi TNK Sangkima Kabupaten Kutai Timur. Sabtu, (4/8/2018).

Dijelaskan Bagya Sugihartana, selain bukti komitmen Perusahaan terhadap konservasi keanekaragaman hayati, upaya pelestarian anggrek hitam yang selama ini dilaksanakan Pupuk Kaltim dianggap belum lengkap, jika bibit hasil pengembangbiakan tidak dikembalikan ke habitat alaminya.

Hal itu mengingat anggrek hitam merupakan salah satu tanaman asli Kalimantan Timur, yang kini di ambang kepunahan. Dan perusahaan bertanggungjawab untuk pelestariannya, agar keberadaaan anggrek hitam dapat terus dipertahankan.

“Pupuk Kaltim peduli terhadap kelangsungan hidup anggrek hitam agar populasinya tetap terjaga. Hal ini yang mendasari konservasi dan pengembangan yang kami lakukan melalui metode kultur jaringan di laboratorium perusahaan,” ujar Bagya.

Melalui agenda ini diharapkan Bagya, masyarakat dapat menyadari pentingnya menjaga keberadaan Anggrek Hitam, serta mampu menekan aktifitas penjualannya secara illegal. Agar populasinya tetap terjaga.

Dan sebagai Mitra TNK selama 23 tahun, Pupuk Kaltim kata Bagya, akan terus mendukung kegiatan konservasi keanekaragaman hayati, yang selama ini dilaksanakan perusahaan secara berkesinambungan. Seperti penurunan terumbu buatan di area Tobok Batang dengan komitmen 500 unit per tahun, penanaman mangrove di perairan Kedindingan dan HGB 65 Kota Bontang, serta konservasi Rusa Sambar di HP 01.

“Pupuk Kaltim tak hanya berfikir profit dalam aktifitas bisnis yang dilaksanakan, tapi juga peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan sekitar. Ini menjadi komitmen perusahaan yang tidak bisa ditawar,” kata Bagya.

Reintroduksi anggrek hitam dari Pupuk Kaltim disambut antusias Kepala Balai TNK, Nur Patria Kurniawan, yang menyebut upaya ini sebagai langkah positif perusahan dalam membantu pihaknya mempertahankan populasi dan pemulihan ekosistem anggrek hitam di kawasan TNK.

Apalagi setelah kebakaran yang melanda TNK pada 2015 lalu, seluruh anggrek hitam yang ada di area konservasi Sangkima dinyatakan habis, dan satu-satunya lokasi yang masih memiliki tanaman tersebut hanya Cagar Alam Kersik Luway di Kabupaten Kutai Barat.

“Tapi dengan bantuan Pupuk Kaltim, area konservasi TNK Sangkima bisa kembali mendapatkan anggrek hitam. Kami ucapkan terima kasih atas upaya perusahaan untuk pemulihan ekosistem tanaman langka ini,” ucap dia.

Kedepan, TNK berencana memanfaatkan anggrek hitam sebagai ikon wisata edukasi bagi masyarakat. Dengan memperkenalkan kembali setelah pemulihan di sepanjang area koservasi. Apalagi tahun depan, Pupuk Kaltim juga berkomitmen me-reintroduksi 1.000 tambahan bibit baru anggrek hitam ke TNK.

“Nanti kita bisa menikmati saat mekar anggrek hitam yang hanya 4 hari dalam setahun di TNK. Ini akan kami upayakan maksimal, agar populasinya bisa terus terjaga,” tambah Nur Patria.

Sedangkan Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, mengapreasiasi upaya Pupuk Kaltim yang menginisiasi pelestarian anggrek hitam melalui kultur jaringan dan reintroduksi 1.000 bibit ke Balai TNK.

“Saya harap semua perusahaan baik tambang maupun perkebunan bisa berbuat seperti Pupuk Kaltim. Paling tidak apa yang kita punya di Kalimantan Timur bisa terjaga, serta menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang kesini (Kaltim),” tutur Kasmidi. (vb/dra/foto:nav)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.