Air PDAM Sendawar Diduga Tercemar Limbah Sawit

August 5, 2018 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR –Anggota DPRD Komisi 1, 2 dan 3, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sendawar Jumat (3/8/2018). Sidak dilakukan karena adanya dugaan air baku PDAM tercemar Crude Palm Oil (CPO) dari PT. Kruing Lestari Jaya (KLJ) yang berlokasi di pelabuhan Kampung Royok, Kecamatan Melak, Kubar.

Ketua Komisi II DPRD Lusiana Ipin menyampaikan, sesuai laporan masyarakat ke DPRD Kubar baru – baru ini, bahwa ada pencemaran air PDAM. Dari peninjauan ke lapangan terlihat adanya indikasi pencemaran minyak CPO yangf terlihat di permukaan air.

“Hal ini akan ditindak lanjuti segera ke PT. KLJ tersebut, jangan sampai berlarut – larut, karena air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tiga kecamatan Barong Tongkok, Sekolak Darat dan Melak,” jelas Lusiana Ipin.

Lanjut Lusiana Ipin, DPRD juga mempertanyakan ke Dinas terkait, DLH dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar, terkait ijin operasional perusahaan tersebut. kenapa izin operasional sudah di terbitkan, sementara izin Amdal dan IUP operasi produksinya belum ada.

Sementara itu Direktur PDAM Efraim Andorion Sunan berharap DPRD bisa menmgatasi hal ini untuk meminta perusahaan tersebut segera membenahi pengelolaan limbah agar tidak mecemari air bersih yang di distribusikan ke masyarakat se – Kota Sendawar.
“Upaya kami saat ini akan memperdalam lagi pipa penyedot, agar mengurangi pencemaran tersebut. (arf)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Air PDAM Sendawar Diduga Tercemar Limbah Sawit"

  1. Matius MR on Mon, 6th Aug 2018 7:40 am 

    Berita memang sebaiknyaharus cover both side.Itu etika jurnalistik yang baik. Penerapan cover both side dalam konteks ini ialah bahwa PT KRUING harus ditanya pendapatnya terkait dg dugaan dimaksud. Demikian input dari kami. Tks.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.