BPBD PPU Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

July 25, 2018 by  
Filed under PPU

PENAJAM, Tanda-tanda terjadinya kemarau saat ini telah terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak akhir Juni lalu hingga saat ini curah hujan mulai jarang bahkan hampir-hampir tidak ada lagi turun hujan.

Menghadapi musim kemarau yang mulai datang tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU langsung bergerak cepat. Salah satunya dengan melakukan pelatihan penggunaan peralatan pemadaman kebakaran dan potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di seluruh wilayah PPU.

“Menghadapi musim kemarau ini kami telah siaga sejak awal, salah satunya dalam bentuk persiapan, pengecekan dan gladi peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan oleh Bidang Kedaruratan dan Logistik,” ungkap Kepala Sub Bidang Logistik, BPBD PPU, Nurlaila, Rabu, (25/7).

Menurutnya, Satgas BPBD PPU semaksimal mungkin melakukan persiapan dalam penanganan dilapangan, sehingga ketika saat itu diketahui ada titik api atau titik panas yang termonitor oleh satelit maka saat itu juga pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk dimatikan api.

“Melalui pelatihan yang dilaksanakan akan membuat Satgas PB BPBD PPU menjadi lebih siap dalam menghadapi karhutla. Karena dalam pelatihan tersebut ada kesiapan individu, perlengkapan peralatan, mekanisme serta Standard Operating Procedure (SOP).

Dalam kesempatan itu BPBD PPU melaluiI Nurlaila juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap titik api serta menghimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan.

“Pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat khususnya di Kabupaten PPU masih kerap dilakukan dengan cara membakar lahan. Kebiasaan membakar lahan ini dianggap paling mudah untuk membersihkan lahan dari semak belukar, namun cara ini sangat membahayakan khususnya bagi kawasan hutan yang ada,” ujarnya.(vb/sbr).

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.