Perempuan Harus Berpartisipasi Dalam Pembangunan

April 26, 2018 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

VIVABORNEO.COM, Samarinda – Memperingati Hari Kartini, Forum Komunikasi Karyawati Provinsi kaltim (FKKPKT) menginisiasi kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan arisan gabungan dan fashion show di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (25/4).

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam sambutannya mengatakan setelah 70 tahun Indonesia merdeka ternyata perempuan telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Perempuan sudah memiliki hak yang sama dengan laki-laki disemua lini bidang pekerjaan.

Ia berharap perempuan Kaltim tetap bersemangat dalam bingkai emansipasi seperti yang diteladankan dalam perjuangan dan pernghormatan RA Kartini yang terus menerus dikenang sepanjang masa.

“Semoga perjuangan RA Kartini dalam emansipasi menyemangati kiprah kaum perempuan Kaltim untuk mensejahterakan masyarakat, bangsa dan negara.Di Kaltim perempuan juga telah menduduki jabatan penting, bahkan Pj Sekda saat ini seorang perempuan,” ujarnya.

Kaum perempuan harus dapat meneruskan cita-cita Kartini. Tapi Gubernur mengingatkan agar perempuan tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan.

“Secara khusus saya mengapresiasi kepada semua perempuan di Kaltim termasuk FKKPKT Kaltim untuk terus bangun berpartisispasi dalam  pembangunan daerah, apapun profesinya,” ujarnya.

Semnetara itu, Ketua FKKPK Kaltim Ardiningsih dalam laporannya mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam bentuk silaturahmi antar karyawati di lingkungan Pemprov Kaltim yang sudah berjalan 10 tahun.

“Dan mudah-mudahan ini bisa terus ditingkatkan dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga, sekaligus memberikan bantuan kepada sedikitnya 12 orang  perempuan yang bekerja sebagai penyapu jalanan dan pemulung yang erat hubungannya dengan upaya penyelamatan lingkungan (vb/Del)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.