Tak Ada Pulau di Kaltim yang Dijual Ke Pihak Asing

April 13, 2018 by  
Filed under Wisata

VIVABORNEO.COM, Samarinda,  Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak secara tegas membantah bahwa tidak ada pulau-pulau di Kalimantan Timur (Kaltim)  yang dijual kepada pihak asing.

Penegasan ini disampaikan Awang Faroek saat pemberian hibah tanah kepada Kodam VI Mulawarman, yang berlangsung di Pendopo Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (11/4/18).

Pulau Bakungan Besar. (ist)

Dirinya mengakui jika ada  investor asal Jerman yang secara sah memiliki HGU (Hak Guna Usaha) dan HGP (Hak Guna Pakai) pakai Pulau Bakungan  Besar dan Kecil untuk mereka berinvestai di Kaltim.

“Memang kemaren terjadi kesalahpahaman. Ada Pulau Bakungan Besar dan Bakungan kecil yang dibuatkan jembatan oleh pengelola resort. Kemuadian ada  wartawan TV One datang berkunjung tetapi tidak meminta ijin pengelola resort. Mereka diitegur untuk tidak ambil foto-foto, tetapi berita yang viral di media sosial, mereka dikatakan diusir oleh pengelola resort,” jelas Awang Faroek.

Dirinya memastikan bahwa kedua pulau tersebut, masih milik Pemerintah Republik Indonesia melaui Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Berau, serta membantah isu yang beredar bahwa kedua pulau tersebut dijual ke pihak swasta berkewarganegaraan Jerman.

“Tidak ada Pulau Virgin Coco. Itu hanya nama resort mereka. Yang ada adalah Pulau Bakungan Besar dan Bakungan Kecil,” tegas Awang.

Kita sudah klarifikasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, ternyata para investor asing pengelola resort tersebut memiliki izin untuk mengelola kedua pulau kecil tersebut.

“Saya sudah meminta Ibu Susi (Susi Pujiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan) untuk menjelaskan, dan ternyata sudah clear masalahnya,” ucap Awang.(vb/ya/foto:ist)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.