KPU Kaltim Tetapkan DPS Sebanyak 2,3 Juta Pemilih

March 19, 2018 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Samarinda, Daftar Pemih Sementara (DPS) yang disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU  Kalimantan Timur untuk  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Kaltim 2018, yaitu sebanyak 2.3.46.674 pemilih. Jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.281.514 orang dan pemilih perempuan sebanyak 1.128.160 orang pemilih

Ketua KPU Kaltim, Muhammad Taufik mengatakan bahwa DPS ini merupakan dasar penyusunan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang akan disempurkan.

“Angka  DPS ini merupakan hasil pemutakhiran data yang dilakukan dengan mendatangai rumah penduduk melakui kegiatan coklit dari 20 Januari hingga 28 Februri,” ujarnya saat  Rapat Pleno KPU pada Sabtu (17/3).

Hasil DPS ini diketahui bahwa pemilih terbanyak berada di Kota Samarinda dengan jumlah pemilih sebanyak 549.739 orang pemilih, terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 281.287 orang dan pemilih perempuan sebanyak 268.452 orang.

Pemilih terbanyakkedua  berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah pemilih 468.639 orang terbagi pemilih laki-laki sebanyak 244.384 orang dan pemilih perempuan sebanyak 224.255 orang.

Sedangkan posisi ketiga pemilih terbanyak berdasarkan DPS ini yaitu Kota Balikpapan dengan jumlah pemilih sebanyak 419.718 orang dengan pemilih laki-laki sebanyak 211.698 dan perempuan sebanyak 202.020 orang.

Sementara itu, Kabupaten Kutai Timur memiliki pemilih sebanyak sebanyak 219.985 pemilih, terdiri dari laki-laki sebanyak 119.074 orang dan perempuan sebanyak 100.911 orang pemilih.

“KPU Kabupaten /kota masih memiliki tenggat waktu hingga akhir Maret untuk melakukan persiapan akhir berupa menyerahkan dokumen akhir yang lengkap dengan nama, nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Kartu Keluarga,” ujar Tauqik.(ya)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.