Sasongko Tedjo Jabat Plt Ketua Umum PWI Pusat

February 14, 2018 by  
Filed under Opini

VIVABORNEO.COM,   Ketua PWI nonaktif, Margiono  maju dalam Pemilihan Bupati Bupati Tulungagung  pada Pilbub 2018.  Majunya Margiono ini tentu  membuat bangga kalangan pers di Indonesia, terutama anggota PWI.

Kiri ke Kanan: Hendry CH Bangun, Sekjen PWI Pusat; Margiono, Ketua PWI Pusat Nonaktif; Sasongko Tedjo, Plt Ketum PWI Pusat

Posisi Margiono kini dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat, Sasongko Tedjo, hingga waktu pemilihan ketua umum baru digelar.

“Wartawan dinilai mumpuni dan kredibel sehingga dicalonkan menjadi kepala daerah,” kata Sasongko seusai menemui Ketua Umum PWI Pusat nonaktif, Margiono di Tulungagung, Selasa (13/2/2018) pagi.

Menurut Sasongko, sudah banyak wartawan anggota PWI yang berhasil menjadi bupati/walikota di Indonesia. Sebut saja, Rizal Efendi Walikota Balikpapan, Abdul Cholik Bupati Wonosobo dan Arief Afandi Wakil Walikota Surabaya.

Bahkan, dalam tataran politik dan pemerintahan di tingkat nasional, wartawan anggota PWI juga dikenal kredibel seperti menjadi menteri atau ketua lembaga tinggi negara.

Dijelaskan Sasongko, ,  PWI sebagai organisasi profesi tak boleh terlibat dalam kontestasi politik apapun. Mereka yang ikut pilkada diminta nonaktif atau mengundurkan diri untuk menjaga netralitas dan marwah organisasi.

Khusus untuk pilkada,  ditegaskan lagi dalam Konkernas PWI di Bengkulu tahun 2017 lalu, bahwa bagi pengurus atau anggota yang menjadi tim sukses pasangan calon dalam pilkada, harus nonaktif menjadi wartawan.

“Jadi soal netralitas PWI sudah keharusan dan tak perlu diragukan lagi. Asalkan tetap berpihak pada kepentingan publik dan tidak melanggar kode etik dalam penulisan hal itu masih bisa diterima. Yang penting tidak terkooptasi atau terbeli,” tegas Sasongko.(ya)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.