Kaltim Masuki Masa Panen Padi hingga Bulan Maret

February 3, 2018 by  
Filed under Agrobisnis, Ekonomi & Bisnis

SAMARINDA,  Sejak awal Januari hingga bulan Maret mendatang, petani-petani di Kaltim sedang melakukan panen padi mereka. Walau tidak serentak, panen ini diharapkan menambah ketersediaan beras di Kaltim.

Hal ini dikatakan oleh  Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim,  H. Ibrahim, MP di kantornya Jumat, (2/2/18).

Dijelaskan Ibrahim, ketersediaan cadangan beras di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dinyatakan cukup untuk empat hingga lima bulan ke depan. Sehingga, masuknya beras impor di Kaltim diyakini tidak mempengaruhi jumlah dan harga beras di pasaran.

“Jadi panen raya dan cadangan beras yang cukup diharapkan tidak ada beras impor yang masuk ke Kaltim. Kan, pemerintah sedang melakukan impor 500 ribu ton beras dari Thailand dan Vietnam,” harapnya.

Dijelaskannya, sentra produksi beras di Kaltim ada di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Selain itu ada sebagian produksi padi  di Kabupaten Kutai Timur dan Berau.

Selama ini sawah-sawah di Kaltim masih mengandalkan tadah hujan sehingga kebanyakan sawah milik petani hanya mampu berproduksi satu kali hingga dua kali saja dalam setahun.

Untuk itu, ujar Ibrahim, untuk mendukung swasembada beras tahun ini pihaknya telah membangun dan memperbaiki saluran air dan irigasi tersier yang rusak. Juga, berbagai bantuan peralatan mekanisasi untuk menanam padi sejak tanam hingga panen.

Menurutnya, untuk mengurangi konsumsi beras, masyarakat harus membiasakan diri mengonsumsi bahan pangan selain beras, seperti bahan pangan dari gandum , jagung dan  ubi-ubian.

“Konsumsi beras kita masih tinggi. Belum ada kesadaran masyarakat untuk mengganti beras dengan bahan lain seperti mie, roti, atau umbi-umbian. Padahal karbohidrat selain nasi sangat menyehatkan,” ucapnya.(ya)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.