Pesona Teluk Seribu di Balikpapan

January 25, 2018 by  
Filed under Lingkungan Hidup, Wisata

VIVABORNEO.COM, Orang Indonesia, dalam menyebutkan jumlah bilangan yang lebih dari satu atau banyak acapkali mengambil sifat umumnya saja, seribu. Ada banyak tempat dan obyek wisata di Indonesia yang menggunakan kata seribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata (kanan) bersama rombongan saat menyusuri Teluk Seribu di Kecamatan Manggar Balikpapan

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, ada Pulau Seribu di Jakarta, ada air terjun Tumpak Sewu di Lumajang, ada Pinang Seribu di Samarinda dan ini, ada pulaTeluk Seribu di Kota Balikpapan.

“Benarkah teluknya ada seribu, atau hanya namanya saja Teluk Seribu? Rupanya, ada kebiasaan — terutama orang Jawa — kalau lebih dari satu atau dua, sebut saja seribu. Jadi air terjun, coban,  curug,  tumpak, kalau banyak sebut saja Curug Sewu atau Coba Sewu. Sewu artinya seribu,” jelas Syafruddin melalei Fb-nya.

Jadi, teluk itu disebut Teluk Seribu  karena teluknya lebih dari satu. Kira-kira begitulah Teluk Seribu Balikpapan yang terletak di Sungai Manggar ini berada.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Balikpapan, Firdaus, bercerita bahwa ada 19 teluk di sepanjang Sungai Manggar Kelurahan Manggar ini yang bisa dilayari dengan kapal klotok (istilah untuk kapal kayu dengan mesin temple yang berbunyi klotok-klotok) dengan durasi sekitar 3 jam sampai ke hulunya.

“Setiap teluk, ada namanya. Kalau mau trip ke Teluk Seribu, tinggal pilih mau durasi yang mana, Satu, dua  atau tiga jam,”ucap Syafruddin menirukan penjelasan Firdaus.

Menurut Syafruddin, Teluk Seribu, bukan lagi perkampungan nelayan melainkan sudah menjadi destinasi wisata. Ada rumah warna-warni, ada bentangan hutan mangrove di kiri kanan sungai dengan hiasan Burung Bangau dan Bekantannya.

Terdapat pula  spot-spot bagi para penghobi memancing. Di Muara Sungai Manggar, selain rumah nelayan yang dicat warna-warni, kita juga dapat menyaksikan perahu-perahu nelayan berjajar dengan aneka rupa, warna dan nama.

“Hari Sabtu sore lalu, saya dan kawan-kawan menyusuri Teluk Seribu. Satu di antara tujuan kami adalah melihat monyet hidung Belanda yang biasa kita sebut Bekantan,’ ujarnya.

Rupanya, bekantan lagi tak mau memamerkan diri.  Walau begitu, hati tetap terhibong menemukan Burung Bangau Putih yang siaga memangsa ikan. Kami  tetap saja bisa menikmati perjalanan ini, apalagi di muara Sungai Manggar, pengunjung dapat melihat kapal-kapal nelayan yang ramai tertambat di pelabuhan sederhana.

“Kita juga sudah punya kapal wisata sama dengan kapal wisata Samarinda. Hanya ukurannya lebih kecil dan sekarang sedang dibawa memancing,” kata Firdaus,

“Kami  senang mendengarnya, apalagi saat dijelaskan  akan ada pelabuhan atau dermaga yang akan dibangun bernuansa pariwisata. Kami yakin, kalau semua warga dan mitra pariwisata mendukung  Teluk Seribu jadi destinasi wisata, maka bertambahlah magnet Kota Balikpapan menjadi tujuan tamasya,” ucap Syafruddin Pernyata.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.