Inflasi KAltim Sepanjang 2017 Terjaga di Level 3,15 %

January 12, 2018 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

ViIVABORNEO.COM Inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang tahun 2017 tercatat pada level 3,15% (yoy) atau sesuai dengan target inflasi nasional sebesar 4±1% (yoy). Capaian ini lebih rendah dibandingkan inflasi tahun 2016 sebesar 3,39% (yoy) dan rata-rata inflasi Kaltim selama 5 tahun terakhir yang mencapai 5,67% (yoy).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Muhamad Nur menjelaskan inflasi di Kaltim tahun 2017 juga berada dibawah angka inflasi nasional sebesar 3,61% (yoy).

“Terjaganya inflasi Kaltim 2017 dipengaruhi oleh stabilnya pergerakan inflasi inti, sejalan dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga inflasi dari sisi demand, turunnya tekanan inflasi volatile food, serta terkendalinya dampak kenaikan inflasi administered prices,” ujarnya di Samarinda, Rabu  (10/1/18)..

Ditambahkan, secara spasial, kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 2,45% (yoy) pada tahun 2017, lebih rendah dibandingka tahun sebelumnya yang tercatat 4,13% (yoy).

Sementara itu, inflasi kota Samarinda tercatat 3,69% (yoy) atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,83% (yoy).

“Berdasarkan disagreagasinya, pergerakan inflasi inti di Kaltim tahun 2017 ini realtif stabil ditengah risiko peningkatan permintaan masyarakat. Sepanjang tahun 2017, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan inflasi kelompok inti. Beberapa diantaranya adalah pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang jatuh pada pertengahan tahun 2017,” jelas Nur.

Selain itu, ujarya,  penyesuaian tarif pulsa ponsel, periode musiman (seasonal) Ramadhan dan hari besar keagamaan nasional (HBKN) serta tahun ajaran baru sekolah. Komoditas lainnya yang mengalami peningkatan harga adalah nasi dan lauk selama masa Ramadhan dan HBKN.(vb/yul/*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.