Membangun Negeri dengan Karsa, Cipta, Karya

December 31, 2017 by  
Filed under Profil

Vivaborneo.com, Siapa sangka, dua bersaudara, Tjia Kian Tie dan  William Soerjadjaja serta Liem Peng Hong saat mendirikan PT Astra akan menduga, perusahaan terbatas (PT) yang mereka dirikan di tahun 1957 akan menggurita dan mampu menghidupi ratusan ribu karyawannya.

Siapa sangka pula, PT Astra yang awalnya hanya bermain pada komoditas pertanian dan perkebunan sederhana ini mampu menaungi ratusan anak perusahaan yang hingga kini tetap sehat dengan pencapaian tertinggi.

Awal berdirinya perusahaan yang kini berlabel internasional tersebut, mungin hanya sebuah cita-cita luhur untuk meneruskan usaha sang ayah sekaligus untuk menyambung hidup keluarga di tengah perekonomian Indonesia yang saat itu masih belum kuat.

Komoditas pertanian dan perkebunan, terutama rempah-rempah,  sebelum kemerdekaan memang menjadi primadona. Sejarah mencatat berbagai bangsa mencari rempah-rempah dan sumber daya alam Indonesia lainnya.

Rempah-rempah seperti lada, cengkih, pala, dan aneka hasil-hasil perkebunan lainya masih bernilai tinggi. Bahkan, menurut catatan sejarah, harga rempah-rempah tersebut lebih mahal daripada harga emas!

Tak, salah orangtua “Om William” memilih bersaing dengan para “bule Londo” dalam memasuki celah sempit pasar rempah-rempah yang sangat berharga tersebut.

Disaat ditinggal kedua orangtua wafat,  William kecil yang saat itu masih berusia 12 tahun, mau tidak mau harus mengambilalih tongkat estafet perdagangan yang keluarga mereka jalankan.

Ada petuah bijak yang mengatakan, “seorang anak yatim maupun yatim piatu akan menjadi lebih mandiri ketimbang anak pada umumnya.”

Inilah bukti yang tergambar dari sosok William muda yang mampu meneruskan usaha sang ayah dan menjadikannya besar dan berkembang serta berkilau bagi negeri ini.

Hanya segelintir manusia Indonesia yang mampu menjelma dari “batu kali menjadi berlian.” Dengan lebih dari 200  anak perusahaan dan 214.835 (data  2016) karyawan, tentu mengundang decak kagum dan menginspirasi banyak orang Indonesia untuk lebih bekerja keras tak kenal lelah dan pantang menyerah.

Perjalanan waktu 60 tahun merupakan waktu yang tidak pendek dalam ukuran hidup manusia. Ibarat sorang atlet, jatuh bangun adalah hal biasa. Untuk menjadi juara, memang kadang dibutuhkan kekalahan. Justru, jatuh-bangun diperlukan agar seseorang mampu mawas diri, memperbaiki hal-hal yang salah dan tidak mengulanginya di waktu yang lain.

Namun, jika dilihat dari usia sebuah perusahaan, sebutlah General Motors yang  telah berusia 104 tahun. Sedangkan General Electric yang didirikan oleh Thomas Alva Edison lebih tua lagi, telah berusia 127 tahun. Sementara  di Inggris, sebut saja perusahaan multinasional Shoteby yang telah berusia 273 tahun!

Jika membandingkan dengan banyak perusahaan kelas dunia lainnya, khususnya di Amerika Serikat dan Inggris, tentu   usia 60 tahun masih terbilang muda untuk berperan dalam ekonomi Indonesia terutama, dan ekonomi dunia umumnya.

Pencapaian 60 tahun dengan berbagai penghargaan nasional dan internasional tentulah menjadi bukti  sebuah perusahaan sehat, inovatif dan memberikan sumbangan besar dimana tempatnya dilahirkan, Indonesia tercinta.

Dengan slogan “To Continually Strive For Excellence,”  kini PT Astra Internasional Tbk. berupaya menjadi perusahaan yang unggul di semua sektor secara berkelanjutan.  Untuk mencapainya, tidak lain yaitu peningkatan mutu sumber daya manusia yang dimiliki.

Om William dan petinggi-petinggi Astra sadar bahwa karyawan adalah asset yang harus dijaga. Karyawan adalah landasan perusahaan dalam segala aspek. Apalah artinya perusahaan jika tanpa karyawan. Simpul erat perusahaan dan karyawan ini harus erat tak boleh terpisahkan. Karyawan teladan berhak mendapat penghargaan . Begitupun sebaliknya, karyawan harus berdedikasi untuk perusahaan.

Maka tak heran jika pengembangan keterampilan dan peningkatan kapasitas karyawan menjadi prioritas Astra. Ciri perusahaan terbaik yaitu memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang masing-masing.

Pada tahun 2014 saja, Astra melanjutkan program pengembangan kompetensi yang dilaksanakan dari tahun-tahun sebelumnya. Beberapa training yang dilaksanakan melalui Astra Leadership Development Programs yaitu Integrated Talent Development (ITD), Expert Management & Development, Industrial Relation Development Program dan Industrial Relation Update.

Astra  juga tidak pernah “lupa dengan kulitnya”. Berbagai program  CSR (Coorporate Social Responsibility/ tanggungjawab sosial perusahaan) menjadi fokus utama dalam memikul tanggungjawab sosial kemasyarakatan.

Sehingga, kegiatan bisnis bukan hanya  mengejar profit semata, tetapi juga turut  berkontribusi untuk pembangunan Bangsa Indonesia. Sehingga,  visi pendiri Astra akan  tetap menjadi Visi Astra di tahun 2020. Visi yang membawa Indonesia cemerlang dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Di bidang pendidikan, Astra telah memberikan bea siswa kepada 159.245 pelajar, dengan 13.262 sekolah binaan serta 28.199 orang guru yang dibina. Di bidang lingkungan hidup, Astra telah turut menjaga buni tetap hijau melalui reboisasi sebanyak 3,3 juta pohon dan  805.346 pohon mangrove di pesisir pantai.

Dibidang kesehatan, Astra turut membantu pemerintah dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Tercatat, 94.296 pasien terobati, 915 Posyandu terbantu serta turut menggalang ketersediaan darah segar melalui donor darah dengan hasil  126.452 kantong.

Tak mau tumbuh sendirian, Astra juga turut membina usaha kecil dan menengah melalui berbagai program. Sebutlah, pembinaan 8.646 UMKM, 32.262 orang menerima bantuan dengan penyerapan tenaga kerja diperkirakan sebanyak 57.837 orang.

Dengan menggunakan data 2016, tercatat jumlah karyawan sebanyak  214.835 orang.  Jumlah ini hampir setara dengan jumlah penduduk Negara Brunei Darussalam yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 423.196 jiwa pada tahun 2016.

Dengan jumlah sebanyak itu, Astra dinilai telah turut serta membangun perekonomian keluarga Indonesia yang lebih baik dan sejahteran dari tahun ke tahun.

Jika diasumsikan satu kepala keluarga (KK) memiliki empat orang anggota, sebut saja ayah, ibu, dan dua orang anak. Maka secara tidak langsung Astra telah menghidupi lebih dari 859.340  jiwa setiap bulannya.

Bayangkan saja, angka ini berarti setara dengan jumlah penduduk  Kota Samarinda, Kalimantan Timur,  yang memiliki penduduk sebanyak 727.500 menurut  Sensus Penduduk Tahun 2010.

Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-60, Astra Internasional Tbk. Tentunya terus berupaya meningkatkan pelayanan, mutu dan inovasi menuju perusahaan kelas dunia di tahun-tahun mendatang.

Menjadi besar tidak jumawa. Menjadi berkembang bukan berarti menginjak yang kecil. Astra berupaya mewujudkan kualitas perusahaan tidak saja mengejar profit, mengejar ketenaran.  Astra sudah sampai pada pencapaian turut membangun Indonesia. Menjadikan negara tercinta ini akan dipandang tinggi dan sejajar dengan bangsa lain melalui karya nyata.

Sumbangsih Astra terus ditunggu. Terus dinanti. Sebagaimana cita-cita pendiri Oom William yang sederhana dalam membangun usaha. Kesederhanaan ini akan terus dijaga sesuai dengan  Karsa (niat), Cipta (akal)  dan Karya (perbuatan yang menghasilkan sesuatu).

Majulah Astra, Selamat ulang tahun. Teruslah membangun dan berkarya di bumi “Gemah ripah loh jinawi.” Negeri dengan kekayaan alam yang berlimpah. Negeri yang subur dimana “tongkat dan batu  menjadi tanaman”. Siapa lagi yang akan membangun negeri dan mengisi kemerdekaan ini  jika bukan anak bangsa sendiri!(vb/yul/foto:astraintl)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.