Kaltim Dapat Jatah Tanam Jagung 40 Ribu Hektar

December 19, 2017 by  
Filed under Agrobisnis

TALISAYAN –Tahun anggaran 2018, Kaltim kembali mendapat jatah dari APBN untuk pengembangan tanaman jagung seluas 40 ribu hektar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim H Ibrahim saat panen jagung di Desa Purnasari Jaya Kecamatan Talisayan Berau, Jumat (15/12/2017).

Menurut Ibrahim, dari tanam jagung seluas 40 ribu hektar (ha) itu maka sekitar 17.500 hingga 20.000 ha akan dikembangkan di Kabupaten Berau.

“Jatah kita tahun 2018 seluas 40 ribu ha untuk tanaman jagung dan sekitar 17 ribu hingga 20 ribu ha dikembangkan di Berau,” katanya.

Pengembangan tanaman jagung akan difokuskan di tiga kecamatan yang sudah ada lahannya seperti Kecamatan Talisayan, Biatan dan Batu Putih. Namun masih ada beberapa kecamatan lainnya yang cukup potensial untuk dikembangkan tanaman jagung seperti Biduk-Biduk dan Tabalar serta Bangun.

Ibrahim mengungkapkan 70 persen jagung Kaltim disuplai dari Kabupaten Berau dimana produksi pada 2015 sebesar 8.379 ton dan suplai dari Berau sekitar 4.555 ton. Berikutnya, tahun 2016 sebanyak 22.132 ton produksi jagung Benua Etam sedangkan Berau mampu menyuplai 15.460 ton.

Kabupaten paling utara Kaltim ini mendapat dukungan bantuan terhadap pengembangan jagung Hibrida seluas 7.000 hektar dari 23 ribu hektar jatah Kaltim pada APBN tahun 2017.Ibrahim menyebutkan produksi jagung Kaltim sudah mencapai surplus pada tahun 2016 sekitar 2.450 ton.

“Produksi jagung Kaltim sejak 2016 sudah mengalami surplus dan diperkirakan kelebihan produksi kita semakin besar pada 2017. Walaupun sudah dikurangi untuk konsumsi dan keperluan pakan ternak,” ungkapnya.

Sebelum melaksanakan panen jagung di Desa Purnasari Jaya, terlebih dulu dilakukan Rapat Koordinasi Kegiatan Pengembangan Jagung 2018 dan Evalusasi Pengembangan Jagung 2017 di Balai Pertemuan Umum Kecamatan Talisayan. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Komandan Kodim Berau, Danramil Talisayan, petani/kelompok tani dari lima kecamatan serta para penyuluh. (mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.