Dari 143 Pemegang IUP, Ada 77 Perusahaan Sawit Belum Operasi

December 19, 2017 by  
Filed under Agrobisnis

SANGATTA-Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur (Kutim) Alfian mengatakan luas Kutim kurang lebih hamper sama dengan luas wilayah Jawa Barat (Jabar), ada sekitar 143 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memegang Izin Usaha Perkebunan (IUP). Dari 143 pemegang IUP itu, hanya ada 77 perusahaan yang belum beroperasi dengan berbagai,

“Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kutim ada 66 perusahaan.Pengembangan usaha perkebunan di Kutim terluas di Kaltim,” bebernya di ruang Meranti, Kantor Bupati dalam agenda Forum Agribisnis Club (FAC).

D ari 143 IUP tersebut, sudah ada sekira luasan 400.000 Ha.Dari 400.000 Ha ini pun tengah digarap seluas 220.000 Ha, dengan menyerap sebanyak 56.000 tenaga kerja. Di Kutim sudah ada 28 pabrik kelapa sawit.

“Dalam waktu dekat jumlah pabrik kelapa sawit bertambah menjadi tiga puluh unit,” tukas Alfiian dalam pertemuan penting saat dihadiri juga oleh Bupati Ismunandar.

Dalam silaturahmi menyamakan persepsi dalam membangun Kutim yang lebih maju ke depan. Agar pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan perkebunan dengan pelaksanaan program pemkab Kutim bersinergi. Tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan. Pertemuan ini lanjut Alfian dalam upaya mewujudkan sejalan dengan program Gerbang Desa Madu.

“Semua Perusahaan yang ada di Kutim, bias memegang prinsip, Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung. Artinya bagaimana Perusahaan bersama-sama mensukseskan Program Bupati dan Wakil Bupati Kutim,” tegasnya.

Alfian menambahkan, partisipasi perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim, diharapkan dapat membantu program Pemkab Kutim, yang belum tercover di Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD). Dengan memaksimalkan program CSR perusahaan di masing-masing wilayahnya. (irf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.