Sosialisasi TDUP Dongkrak PAD Kutim

December 10, 2017 by  
Filed under Wisata

SANGATTA-Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) mempunyai peranan penting dalam meningkatkan investor atau pelaku usaha pariwisata dalam berinvestasi. Untuk itu Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat dengan mensosialisasikan TDUP dinilai wajib pasalnya berdasarkan pada UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, hal ini juga ditindaklanjuti pada Permen Pariwisata Nomor 18 Tahun 2016 tentang pendaftaran usaha pariwisata. Dalam gelaran TDUP ini mengundang 50 orang terdiri dari perwakilan para pelaku pengusaha pariwisata di Sangatta seperti pengusaha hotel, restoran, rumah makan, café, panti pijat/spa, pemancingan, taman wisata, dan stakeholder di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (7/12/2017).

Wakil Bupati Kasmidi Bulang meminta dengan jalannya sosialiasi TDUP ini harus menjadi acuan informasi ke masyarakat mengenai pelaku pariwisata sesuai hukum. Memberikan pemahaman kepada para mitra mengerti dan melaksanakan ketentuan regulasi yang sudah ditentukan TDUP dengan melakukan pengawasan di bidang pariwisata.

“Adanya TDUP ini tujuan utamanya bisa menggaet wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kutim. Saya juga berpesan jajaran Dispar dan pelaku pariwisata bersinergi memberikan pelayanan dengan maksimal, baru saja Kutim meraih predikat juara favorit Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2017 di situs sejarah terpopuler yaitu Sangkulirang Rock Art (goa telapak tangan),” tegasnya.

Kasmidi menambahkan momen prestasi ini dapat menjadi pelecut semangat dan mendorong gerakan cepat mendongkrak sektor pariwisata Kutim lebih terkenal. Silahkan mencari  data lengkap di Dispar bisa juga mencari peluang bisnis dengan tujuan bersama meningkatkan aset daerah yaitu PAD.

Dikatakan Kasmidi. Pada tahun ketiga masa kepemimpinan Bupati Ismunandar, Kutim masih mengalami defisit anggaran, Pada tahun 2018 masih menyetor utang sebesar Rp 500 miliar.

“Nah pariwisata kuncinya.Pemkab dan pihak swasta bisa kompak bekerjasama dengan konsisten. Pemerintah mendapatkan hasil PAD besar sedangkan pelaku pariwisata mendapatkan klien,” kata kasmidi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kutim Dwi Susilanto Gamawan menuturkan TPUD begitu signifikan dalam hal pengurusan perizinan, dalam hal ini Dispar sudah menjalankan intruksi keputusan Bupati Kutim dengan melakukan pendelegasian kewenangan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP-PTSP) berkaitan dengan pemberian jenis-jenis perizinan dengan pariwisata. Hal ini sesua dengan amanat Presiden RI Nomo 97 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, untuk menyatukan proses pengelolaan pelayanan baik yang bersifat pelayanan perizinan dan non perizinan.

“Maksud TDUP ini untuk mempermudah pelaku usaha sektor pariwisata dalam melakukan pemutakhiran perizinan menjadi TDUP mengingat sampai saat ini belum ada usaha pariwisata yang melakukan pemutakhiran menjadi TDUP,” jelasnya. (fan)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.