Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Dunia Negara IMF-World Bank

November 26, 2017 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

VIVABORNEO.COM, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan anggota negara-negara lembaga moneter internasional atau International Monetary Fund  yang tergabung dalam Bank Dunia (World Bank).  Kegiatan annual meeting ini akan dilaksanakan di kawasan Nusa Dua Bali pada bulan Oktober tahun 2018 mendatang.

Demikian rencana ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja IMF Annual Meetings  2018, Peter Jacob,  pada Pelatihan Wartawan Daerah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada Selasa (20/11/17).

Peter menjelaskan pelaksanaan annual meetings IMF-Bank Dunia ini bertepatan dengan 20 tahun krisi yang menimpa Indonesia dan negara-negara di kawasan dunia lainnya.

“Kita ingin ini menjadi momentum kebangkitan Indonesia diantara  negara-negara ASEAN  lainnya melalui peran dan kepemimpinan Indonesia.  Saat ini saja sudah 17 ribuan peserta yang ingin hadir pada acara ini. Kita ingin annual meetings ini tidak saja tentang sebuah pertemuan tetapi sebuah kebangkitan bagi Indonesia,” tegas Peter.

Dijelaskannya, Indonesia tidak serta merta menjadi tuan rumah, karena harus bersaing dengan beberapa negara lain yang juga ingin menjadi tuan rumah. Indonesia telah mengajukan diri sebagai tuan rumah dan melakukan berbagai penawaran sejak bulan September 2014.

Indonesia sebagai tuan rumah annual meetings 2018 menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena  diantara negara ASEAN , hanya Indonesi dan Malaysia yang belum pernah menjadi tuan rumah.

Tercatat Filipina menjadi tuan rumah pada tahun 1976, Thailan pada tahun 1991,  dan Singapura tahun 2006. Sementara ngara ASIA lainnya, Jepang tercatat pada tahun 2012, Uni Emirat Arab tahun 2013, Turki pada 2009, Republik Ceko pada tahun 2000 serta Peru pada tahun 2015.

Dengan slogan Voyage to  Indonesia atau “Perjalanan ke Indonesia” diharapkan negara-negara yang menjadi peserta pertemuan tingkat dunia ini mampu merumuskan ekonomi global yang lebih baik dan maju.

Dijelaskan Peter, dalam pertemuan ini nantinya tidak saja membahas masalah ekonomi dan moneter, tetapi banyak bahasan lainnya yang saling berkaitan  dalam forum-forum kecil.

“Diantara diskusi yang akan dilakukan yaitu reformasi ekonomi, digitalisasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penguatan peran perempuan, optimalisasi perdagangan elektonik pada sektor pariwisata, investasi dan perdagangan,” ujarnya.

Manfaat yang akan didapat oleh Indonesia, khususnya Bali dalam jangka pendek adalah  pada sektor MICE,  yaitu penyelenggaraan event, sektor pariwisata, sektor jasa dan industry kecil, dan sektor pendukung lainnya.

Bagaimana tidak pada saat low season di bulan Oktober, Bali akan mendapatkan ribuan orang tamu yang akan memenuhi hotel-hotel berbintang,  obyek wisata akan  mampu menggerakan ekonomi masyarakat kecil. Begitupun dengan promosi Indonesia dimata dunia selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Estimasi awal, para tamu yang datang akan menghabiskan lebih dari USD 100 juta selama AM 2018. Angka ini belum termasuk pariwisata dan kegiatan-kegiatan lainnya di luar kegiatan utama,” ujarnya.(vb/yul)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.