Guru di Kubar Ikuti Pelatihan Kurikulum 2013

November 16, 2017 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Salah satu program dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pamapersada Nusantara, menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan, Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013, di Sekolah Dasar Negeri (SDN 02) Jengan Danum dan (SDN 02) Muara Begai. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 6 hari mulai Kamis, 16-22 November 2017.

CSR Officer Pama, Ignatius Rinaldi Sitompul mengatakan, kegiatan ini agar guru binaan PT Pamapersada dapat menyusun kurikulum 2013 sendiri. Karenanya mereka diberikan materi pelatihan kurikulum sedini mungkin. Diharapkan hingga binaan kita ini selesai di 2018 para guru sudah bisa dilepas secara mandiri dan diterjunkan menjadi tutor atau narasumber di sekolah- sekolah yang ada di Kutai Barat.

“Mereka bisa mengajarkan ke guru- guru yang lainnya yang belum paham betul masalah kurikulum 2013 ini,” kata Ignatius Rinaldi.

Igratius Rinaldi berharap, dari hasil pelatihan ini menghasilkan guru-guru yang berkompeten di Kecamatan Damai dan Bentian. Ditargetkan nantinya ada 3 guru pada setiap kecamatan yang dapat menjadi narasumber.

“Program ini kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kutai Barat. Setelah selesai pelatihan tahun 2018 nanti kita kembalikan lagi ke Dinas Pendidikan,” jelas Rinaldi.

Tutor atau narasmuber yang melatih para guru binaan dari Pamapersada dan United Tractor (UT) ini berasal dari Pusat Studi e – SisTeM Fakultas Sain dan Matematika (FSM), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Jawa Tengah.

Marmi Sudarmi sebagai koordinator didampingi Debora Natalie Sudjito saat ditemui mengatakan, program pelatihan RPP Kurikulum ini mulai dari tahun 2011 lalu. Diakuinya untuk mencapai tahap maksimal dari pelatihan ini sangat sulit sekali. Karena setiap tahun kurikulum ini selalu berubah.

“Dari awal kita memakai KBK, kemudian pindah ke KTSP, jadi kita selalu belajar hal baru terus,” kata Marmi.

Dikatakan, dulu sudah pernah melatih kurikulum 2013 untuk revisi 2014. Sekarang kembali lagi ke Kurikulum 2013 revisi 2017. Hal ini yang membuat para guru sulit sekali untuk memahami secepat mungkin. Apalagi guru yang mengikuti pelatihan selalu berganti.

“Kami sudah pernah melakukan Uji Kopetensi Guru (UKG) dan hasilnya akan disosialisasikan tahun depan. Hasil yang diperoleh hanya sedikit yang berkompeten,” kata Marmi.

Kendala yang dihadapi terketak pada guru yang mengikuti pelatihan bukan yang pernah mengikuti pelatihan sebelumnya. Keadaan ini membuat penguasaan materi menjadi hambatan.

“Selalu ada orang baru atau guru baru yang ikut pelatihan ini, jadi penguasaan materi ini di luar kemampuan kami,” Jelas Marmi Sudarmi. (arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.