Bupati Yusran Aspar Sampaikan Nota Keuangan APBD Ta 2018

November 9, 2017 by  
Filed under PPU

PENAJAM, VIVABORNEO.COM, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Tahun 2017 dan penyampaian nota penjelasan serta pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD  terhadap rancangan APBD Tahun 2018 Kabupaten PPU di Gedung Sidang DPRD, Selasa (08/11/17).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD PPU Syahruddin M Noor dan Sekretaris Banggar DPRD PPU Andi Singkeru bertugas membacakan hasil laporan Raperda APBD Perubahan Kab. PPU tahun 2017.

Saat membacakan hasil laporan tersebut, Sekretaris Banggar DPRD Kab. PPU Andi Singkeru menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang secara bersama-sama membahas Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 kab. PPU.

“Upaya ini semata-mata dilakukan untuk menjalankan roda pemerintahan sehingga mencapai target-target pembangunan di Bumi Benuo Taka”, terang Andi Singkeru.

Selain itu, Andi Singkeru juga menyampaikan pendapat dari beberapa fraksi, dimana dari 6 Fraksi yang ada, 5 diantaranya menerima raperda APBD Perubahan untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah, sedangkan satu Fraksi yaitu Fraksi Golongan Karya menyampaikan pendapat Fraksi secara terlampir pada dokumen laporan hasil pembahasan raperda APBD Perubahan Ta. 2017.

Secara rinci Bupati PPU Yusran Aspar menyampaikan target Pendapatan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 1,222 Triliun  bertambah sebesar  Rp. 78,721 Miliar  lebih atau sebesar 6,8 %  dari  APBD  Murni sebesar Rp 1,143 Triliun lebih.

Untuk Belanja secara keseluruhan direncanakan pada Perubahan APBD  Tahun Anggaran 2017 adalah  Rp. 1,616 Triliun lebih, atau berkurang sebesar Rp. 12, 723 Miliar  lebih atau 0,78%  yang dari APBD Murni sebesar 1,629 Triliun lebih.

Sedangkan, untuk Pembiayaan Daerah dalam Perubahan APBD ini direncanakan sebesar Rp. 394,493 Miliar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 91,444 Miliar lebih, atau 18,8 % dari pembiyaan murni sebesar Rp.485,938 Miliar lebih.

Kemudian, dalam Pidato Nota Keuangan APBD Ta 2018, Yusran menyampaikan bahwa APBD mempunyai pengaruh yang besar dalam pembangunan ekonomi daerah.

Strategi kebijakan fiskal jangka panjang, lanjut Yusran  maupun sebagai bagian integral kebijaksanaan makro ekonomi jangka pendek dan jangka menengah yang mendukung program pembangunan ekonomi daerah, regional dan nasional.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa hal yang harus diperhatikan bersama dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2018, diantaranya kondisi  ekonomi  makro saat ini dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang belum stabil turut  mempengaruhi ekonomi daerah dan adanya pertumbuhan fiskal terhadap penerimaan negara dalam APBN Ta. 2018 yang berpengaruh terhadap alokasi dana perimbangan yang diterima  Pemerintah  Daerah,” terang Yusran.(vb/Humas Ike/foto:hms)

 

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.