Polres PPU Amankan Senjata Rakitan

November 2, 2017 by  
Filed under PPU

Vivaborneo.com,  Kepolisian resort Penajam Paser Utara menerima satu unit senjata rakitan jenis laras panjang yang di temukan di dalam hutan di wilayah perusahaan kelapa sawit  milik PT Waru Kaltim Plantation (WKP) di  Kecamatan Waru,   pada Jumat pagi pekan lalu (27/10/17).

Atas penemuan ini, polisi mendatangi tempat kejadian dan menyisir beberapa tempat untuk memastikan tidak ada senjata rakitan lain yang disembunyikan. Diduga senjata rakitan ini milik warga yang berburu mencari hewan liar seperti babi dan rusa yang memang masih banyak berkeliaran.

Kepala Polres PPU, AKBP Teddy Restiawan menjelaskan penemuan senjata ini berdasarkan laporan karyawan pemanen buah kelapa sawit TR WKP   bernama   Heru, yang menemukan senjata rakitan  terbungkus karung bekas pupuk dan disimpan di antara tumpukan pelepah sawit.

Dijelaskan Teddy,   hasil  pengecekan diketahui senjata api rakitan ini berkaliber peluru 5,56 milimeter yang dapat menggunakan peluru dari beberapa amunisi senjata lainnya seperti  jenis AK  2000, Senapan Serbu 1 dan amunisi jenis senjata M-16.

Teddy menjelaskan senjata rakitan ini disinyalir hanya digunakan warga untuk berburu hewan liar saja. Sejauh tang terdata, belum ada kasus pencurian dan kekerasan yang terjadi diwilayah PPU dengan menggunakan senjata api.

“Kami mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dan memiliki senjata rakitan untuk menyerahkan senjata tersebut karena menyimpan senjata api adalah perbuatan melanggar humum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pengamanan PT WKP,  Suriyatno mengatakan masih banyak warga yang berladang dan berkebun di sekitar perusahaan, sehingga masih banyak jalan masuk dan keluar yang warga lalui.

“Namun setiap melintas di pos-pos penjagaan kami selalu mencatat identitas. Jadi kita berusaha memantau pintu keluar masuk untuk meminimalisir melintasnya barang-barang terlarang oleh warga,” ucapnya.(vb/yul)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.