Lepas Gitang, Tanda Pesta Adat Belian Paser Nondoi Berakhir

October 27, 2017 by  
Filed under Budaya

VIVABORNEO.COM, Pesta Adat Belian Paser Nondoi Benuo Taka tahun 2017 resmi ditutup oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang ditandai dengan pelepasan “gitang” atau gelang yang dipakai oleh pemimpin ritual Belian yang dipanggil Mulung, selama pelaksanaan acara berlangsung.

 Acara yang berlangsung di halaman Pasar Induk Nenang, Kamis (26/10/17), dihadiri ratusan undangan. Dalam sambutannya, Yusran Aspar mengharapkan suku-suku yang ada di  PPU untuk dapat melestarikan budaya yang dimiliki masing-masing.

Kepada warga suku Paser, Yusran berjanji akan membangun  rumah adat sekaligus taman budaya Paser di tahun 2018 mendatang sebagai upaya Pemerintah Kabupaten turut mendukung pelestarian budaya.

Yusran Aspar juga mengingatkan untuk melestarikan seni budaya asli sehingga tidak punah dan tidak timbul seni-seni baru yang dapat merusak akar seni budaya asli.

“Jika hendak melakukan kreasi-kreasi pada tarianpun hendaknya jangan jauh-jauh melenceng dari tarian aslinya. Jadi harus diperhatikan untuk tetap menjaga tari-tarian dan seni budaya lainnya tetap asli,” tegas Bupati Yusan Aspar.

Dirinya juga menyambut baik Launching Gerakan Sadar Wisata Buen yang telah diluncurkan pada pekan lalu (Senin, 16/10/2017) di Hutan Wisata Mangrove Kelurahan Kampung Baru sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat di sekitar obyek wisata.

“Saya mengharapkan mulailah masyarakat menyambut masa depan PPU dan masa depan Kalti m dengan kegiatan wisata. Jadi kita harus sadar dalam wisata. Artinya ramah dalam penyambutan dalam pelayanan. Turut menjaga alam dan lingkungan serta ikut memiliki. Itu yang paling penting,” ucap Yusran.

Dalam puncak acara penutupan Pesta Adat Belian Paser NondoiBenuo Takan tahun 2017 ini, Bupati Yusran Aspar dan Wakil Bupati Mustaqim MZ, berkenan melepas ke dua gelang di tangan Mulung, sebutan untuk pemimpin ritual Belian Paser ini.

Setelah gelang Mulung dilepas, sejumlah pejabat mendapatkan doa-doa kebaikan agar berhasil  dan sukses di kemudian hari dalam memimpin Kabupaten Penajam Paser Utara pada khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya.

Usai seluruh acara digelar, acara ditutup dengan Tari Ronggeng Paser yang diikuti oleh seluruh pejabat dan undangan yang hadir. Tari Ronggeng Paser merupakan tari perekat antar warga yang ditarikan dengan penuh kegembiraan dan suka cita.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.